Sabtu, 18 April 2026

Balai Besar KSDA NTT Apresiasi Upaya Gagalkan Penyelundupan Anak Komodo

Imanuel Lodja - Rabu, 01 November 2023 08:30 WIB
Balai Besar KSDA NTT Apresiasi Upaya Gagalkan Penyelundupan Anak Komodo

S (33), F (18), J (23), MN (37) dan A (20) berasal dari Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:

Para terduga pelaku mengakui menjual hewan anak komodo kepada Habiburrahman.

Seluruh terduga pelaku diamankan di Polres Manggarai Barat untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.

Lima warga yang diduga pelaku pencurian anak hewan komodo dan hendak menyelundupkan anak komodo diamankan polisi dari Polres Manggarai Barat, Selasa (31/10/2023).

Kelima pria ini diamankan di Dusun Kerora, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai oleh Tim Gabungan Polres Manggarai Barat dan tim Gakkum SPORC Jabal-Nusra.

Kelima warga yang diamankan polisi masing-masing S alias Saha (33), F alias Ferdi (24), J alias Jul (23), MN alias Nurdin (37) dan A alias Aswar (23) yang merupakan nelayan asal Pulau Rinca, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Saha merupakan jaringan pertama dari pelaku penyelundupan Habiburrahman yang mencuri 2 ekor anak komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Ferdi sendiri merupakan jaringan dari Saha yang mencuri 1 ekor anak komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Jul merupakan jaringan dari Saha yang membantu Ferdi mencuri satu ekor anak komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Sementara Nurdin merupakan jaringan kedua pelaku penyelundupan Habiburrahman yang mencuri 1 ekor anak komodo di kawasan Taman Nasional Komodo.

Sedangkan Aswar merupakan jaringan dari Nurdin yang membantu Nurdin untuk mencuri satu ekor anak komodo di kawasan di kawasan Taman Nasional Komodo.

Kelima terduga pelaku diamankan di Dusun Kerora dan Dusun Wae Rebo, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat.

Dalam aksinya, para pelaku mencuri lima ekor anak komodo yang selanjutnya dijual kepada Habiburrahman, pelaku penyelundupan anak komodo yang dilakukan pada Senin (30/10/2023).

Mereka mengakui telah mencuri anak komodo dengan cara menjerat di sekitar pemukiman Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo yang masih merupakan kawasan Taman Nasional Komodo tepatnya di Resort Kerora seksi wilayah I Pulau Rinca.

Habiburrahman merupakan aktor utama dalam pencurian dan percobaan penyelundupan satwa langka dilindungi hewan komodo yang berada di kawasan Taman Nasional Komodo.

Beberapa pelaku mengakui kalau selain menjual kepada Habiburrahman, mereka pernah menjual anak komodo kepada Pepe di Denpasar Bali pada bulan Juli 2022 lalu.

Pepe diketahui merupakan jaringan dari Habiburrahman bersama Dede yang tinggal di Bali yang sering mencuri dan menyelundupkan anak komodo ke Bali melalui transportasi laut dan selanjutnya dikirim ke Surabaya Jawa Timur.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kapal Terombang-ambing di Perairan Sikka, Tim SAR Gabungan Selamatkan Kru KM Putra Cantika

Kapal Terombang-ambing di Perairan Sikka, Tim SAR Gabungan Selamatkan Kru KM Putra Cantika

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Ancaman Rabies di Kabupaten Sikka-NTT Makin Mengkuatirkan

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tiga Pria Pencuri Handphone di Manggarai Diamankan Polisi

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Tengah Malam, Seorang Pria di Kupang Ancam Istri dan Anak-anak Dengan Parang

Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram

Dapur MBG di NTT hanya dibolehkan Pakai LPG 50 Kilogram

Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan

Pergi Dari Rumah Tanpa Pamit, Lansia di Belu Ditemukan Meninggal Dalam Hutan

Komentar
Berita Terbaru