Menaker Yassierli Tegaskan Integritas dan Profesionalisme sebagai Kunci Layanan Publik Berkualitas
digtara.com -Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam mewujudkan layanan publik yang berkualitas, termasuk dalam layanan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).
Baca Juga:
Menurut Menaker, nilai pegawai harus dibangun secara berjenjang, dimulai dari integritas dan profesionalisme, dilanjutkan dengan kepedulian terhadap persoalan di lapangan, hingga menghasilkan pekerjaan yang bermakna dan melampaui kewajiban formal. Seluruh nilai tersebut diperkuat dengan semangat kebersamaan di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
"Nilai-nilai ini menjadi fondasi untuk pelayanan publik yang profesional, adil, dan berdampak nyata bagi masyarakat," ujar Yassierli.
Baca Juga:Meaningful Work Melampaui Kewajiban Formal
Yassierli menekankan konsep Meaningful Work: Beyond the Duty, yaitu makna kerja yang tidak ditentukan oleh jabatan, melainkan oleh cara pekerjaan dijalankan setiap hari, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Ia menjelaskan bahwa aparatur yang mampu melampaui kewajiban formal akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dampak inilah yang kemudian melahirkan makna, sekaligus menjadi sumber energi, komitmen, dan penguat organisasi dalam jangka panjang.
Satu Tim, Satu Kapal Tanpa Ego Sektoral
Menaker juga menegaskan pentingnya prinsip Satu Tim, Satu Kapal. Ia menilai organisasi harus dipandang sebagai satu kesatuan utuh, bukan kumpulan keberhasilan parsial antarunit.
Baca Juga:Seluruh jajaran diminta menghilangkan ego sektoral, mengedepankan kolaborasi, serta memiliki tujuan dan sense of crisis yang sama.
"Kolaborasi harus dikedepankan, bukan kompetisi. Kebersamaan itu indah," tegas Yassierli.
Right Person, Right Position Berbasis Meritokrasi
Pendekatan ini menempatkan meritokrasi di atas senioritas. Potensi pegawai diuji melalui penugasan strategis, proyek penting, atau stretch assignment. Selain itu, akses pengembangan diberikan secara adil melalui talent pool, mentoring, dan rotasi lintas fungsi.
"Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan pegawai, memunculkan talenta tersembunyi, dan memperkuat kepercayaan karena promosi dilakukan secara rasional dan transparan," kata Yassierli.
Baca Juga:
Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang
Diskon Iuran JKK JKM 50 Persen untuk Pekerja BPU Resmi Berlaku, Ini Syarat dan Manfaat Lengkapnya
Kemnaker Luncurkan Talent and Innovation Hub 2026, Strategi Baru Ciptakan Lapangan Kerja dan Talenta Unggul
Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Siapkan 60 Ribu Kuota untuk Serap Tenaga Kerja
Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Harus Dikawal, Tantangan Terbesar di Implementasi