Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Siapkan 60 Ribu Kuota untuk Serap Tenaga Kerja
digtara.com -Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker mulai menyelaraskan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
Baca Juga:
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa forum ini bertujuan menyelaraskan program vokasi pemerintah dengan kebutuhan riil industri, khususnya di kawasan KEK dan PSN.
Menurutnya, pelatihan vokasi yang dijalankan pemerintah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) perlu lebih dekat dengan kebutuhan industri agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal.
Baca Juga:"Pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk program magang, harus lebih match dengan kebutuhan industri di KEK maupun PSN," ujarnya.
Dalam forum tersebut, terungkap bahwa program pelatihan yang tersedia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, baik dari sisi jenis pelatihan maupun lokasi balai pelatihan yang belum terintegrasi dengan kawasan industri.
Sebagai tindak lanjut, Kemnaker akan melakukan penyesuaian program pelatihan agar lebih tepat sasaran. Salah satu langkah konkret adalah memprioritaskan sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 sebanyak 60.000 peserta untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di KEK dan PSN.
Kemnaker Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT Usai UU Pelindungan PRT Berlaku
Pendaftaran Mitra Penyelenggara MagangHub Batch 3 Dibuka 28 September
Menaker Yassierli Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Kemnaker Segera Tetapkan Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Pemagangan Mulai 21 September
Kemnaker: UU PPRT Perjelas Hak dan Kewajiban Pekerja Rumah Tangga