Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, Siapkan 60 Ribu Kuota untuk Serap Tenaga Kerja
digtara.com -Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemnaker mulai menyelaraskan program pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja di lapangan.
Baca Juga:
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa forum ini bertujuan menyelaraskan program vokasi pemerintah dengan kebutuhan riil industri, khususnya di kawasan KEK dan PSN.
Menurutnya, pelatihan vokasi yang dijalankan pemerintah melalui Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) perlu lebih dekat dengan kebutuhan industri agar penyerapan tenaga kerja lebih optimal.
Baca Juga:"Pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk program magang, harus lebih match dengan kebutuhan industri di KEK maupun PSN," ujarnya.
Dalam forum tersebut, terungkap bahwa program pelatihan yang tersedia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, baik dari sisi jenis pelatihan maupun lokasi balai pelatihan yang belum terintegrasi dengan kawasan industri.
Sebagai tindak lanjut, Kemnaker akan melakukan penyesuaian program pelatihan agar lebih tepat sasaran. Salah satu langkah konkret adalah memprioritaskan sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 sebanyak 60.000 peserta untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di KEK dan PSN.
Kemnaker Perkuat Pelatihan Kerja Penyandang Disabilitas, 50 Perusahaan Siap Buka Kesempatan Kerja
Kemnaker Perkuat Ekosistem K3 untuk Tingkatkan Perlindungan Pekerja
Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan
Kemnaker: Seleksi Wawancara Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 3 Berlangsung hingga 15 Juli 2026
Kemnaker Tindak Lanjuti Aduan PHK dan Pelindungan Pekerja dari KPBI