8 Fakta Polisi Belawan Bunuh 2 Gadis Terungkap di Persidangan: Korban Diborgol dan Diperkosa di Hotel, Dibunuh di Rumah

Selasa, 22 Juni 2021 08:57
dok/digtara
Pelaku dalam persidangan yang digelar di PN Medan, Senin (21/6/2021)

digtara.com – Kasus pembunuhan seorang anggota polisi Aipda Roni Syahputra (45) yang bertugas di Polres Pelabuhan Belawan terhadap 2 gadis muda mulai disidangkan. Beberapa fakta mencengangkan dan sadis pun terungkap.

Polisi yang harusnya melindungi warga malah tega memperkosa lalu membunuh 2 wanita muda, salah satunya masih di bawah umur. Pemerkosaan dilakukan di hotel lalu di bunuh di rumah dan sempat diketahui istrinya.

Berikut beberapa fakta yang terungkap dalam berkas dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Julita Rismayadi Purba di Ruang Cakra 5 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (21/6/2021) petang

1. Terdakwa Menyukai Salah Satu Korban

Terdakwa Aipda Roni tertarik dengan korban Riska Fitria (21) warga Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Kec. Medan Belawan yang merupakan tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan.

Pada Sabtu, 20 Februari 2021 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa menghubungi Riska untuk bertemu dengan alasan untuk membicarakan masalah titipan.

“Terdakwa membuat suatu cerita seolah-olah barang yang disebutkan oleh Riska sudah ada pada terdakwa,” sebut jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo.

2. Bertemu di Polres Ditemani Tetangga

Jaksa melanjutkan, terdakwa dan Riska lalu janjian bertemu di Polres Pelabuhan Belawan Dari rumahnya, anggota polisi itu mengendarai mobil Xenia miliknya.

Sedangkan Riska, ditemani oleh tetangganya Aprila Cinta (13) yang juga menjadi korban dalam perkara ini.

“Sesampainya di Polres Pelabuhan Belawan, terdakwa kemudian menyuruh Riska dan Aprila naik ke dalam mobilnya,” kata jaksa.

Riska sempat curiga dan bertanya kepada terdakwa. “Mau kemana pak”, terdakwa mengatakan “Tapi mau mengambil titipan handphone dan uang di ATM”.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait