Polisi Bekuk Pelaku Utama Kasus Penganiayaan Waria di Kota Kupang

digtara.com - Upaya dan kerja keras aparat Polresta Kupang Kota mengejar dan mencari pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang Waria di Kota Kupang meninggal dunia membuahkan hasil.
Baca Juga:
Setelah hampir satu pekan memburu satu dari 4 pelaku, tim Jatanras Polresta Kupang Kota pun menangkap AM alias Alan (27).
Alan merupakan pelaku utama yang menghajar korban dengan kayu bambu hingga korban tewas.
Alan ditangkap tim Jatanras Polresta Kupang Kota pada Sabtu (30/12/2023) di Kelurahan Tubue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tenga Utara (TTU), NTT.
Penangkapan Alan yang kabur di kabupaten tetangga pasca kejadian ini sesuai laporan polisi nomor LP/B/1142/ XII/2023/SPKT/Polresta Kupang Kota/Polda NTT, tanggal 23 Desember 2023.
Alan dan tiga rekannya menganiaya Oktovianus Tafuli alias Desy Aurelia (33), Waria yang juga warga Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.
Penganiayaan ini dilakukan pada Sabtu (23/12/2023) subuh sekitar pukul 03.00 Wita di Jalan Amabi, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Alan sempat buron selama satu pekan pasca korban Desy meninggal dunia pasca dirawat di rumah sakit Leona Kupang.
Alan melarikan diri ke Kabupaten TTU sehingga tim Jatanras Polresta Kupang Kota memburu hingga ke Kabupaten TTU.
Dibantu anggota unit Buser Sat Reskrim Polres TTU, anggota Unit Jatanras langsung mengamankan Alan di Kelurahan Tubue, Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten TTU.
Alan ternyata merupakan residivis yang pernah membakar bengkel motor di Tofa, Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang beberapa waktu lalu.
Korban Desy yang juga pekerja salon kecantikan ditemukan tergeletak di emperan toko dekat SMA Negeri 7 Kota Kupang, Kelurahan Maulafa.
Polisi sebelumnya sudah membekuk tiga pelaku lainnya RVK (20), MAPBO (17), dan BEK (16). RVK dan BEK merupakan kakak beradik yang juga anak seorang politisi di Kota Kupang.
Kasus penganiayaan ini bermula dari cekcok antara korban dan tukang ojek di Jalan Amabi.
Alan cs saat itu menengak minuman keras sejak Jumat (22/12/2023) malam sambil jual petasan di sekitar Jalan Amabi, Tofa Kelurahan Maulafa.
Kasat Reskrim Polresta Kupang Kota, AKP Yohanes Suhardi, S.Sos, MH menjelaskan kalau para tersangka mendengar teriakan seorang perempuan, namun setelah mendekati, ternyata korban adalah seorang transpuan.

Satu Lagi Pelaku Pencurian Dengan Pemberatan Diserahkan Polsek Kota Lama ke Kejaksaan

Warga Kota Kupang Diancam Gara-gara Bunyi Musik Hingga Larut Malam, Polisi Tempuh Problem Solving

Warga Tiga Kelurahan di Kota Kupang Segera Punya Sumber Air Bersih Bantuan Kapolda NTT

Mulai Pulih, Korban Kekerasan Seksual di Manggarai Timur Segera Dimintai Keterangan

Siswi SMP di Kupang Diduga Diperkosa dan Disekap di Asrama Mahasiswa, Pelaku Mahasiswa Diamankan Polisi
