Selasa, 28 Juli 2026

Ngecas HP di Mobil Bikin Boros BBM? Ini Penjelasannya

Arie - Selasa, 28 Juli 2026 15:35 WIB
Ngecas HP di Mobil Bikin Boros BBM? Ini Penjelasannya
net
Ilustrasi.

digtara.com - Mengisi daya ponsel di mobil sudah menjadi kebiasaan banyak pengendara, terutama saat baterai hampir habis di tengah perjalanan.

Baca Juga:

Namun, tak sedikit yang bertanya-tanya apakah kebiasaan tersebut dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

Jawabannya adalah ya, tetapi dampaknya sangat kecil sehingga hampir tidak terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Saat mesin mobil menyala, listrik untuk mengisi daya ponsel berasal dari alternator.

Komponen ini mengubah tenaga mekanis dari mesin menjadi energi listrik untuk memasok kebutuhan kelistrikan kendaraan sekaligus mengisi aki.

Karena alternator digerakkan oleh mesin, tambahan beban listrik secara teori memang memerlukan sedikit tambahan bahan bakar.

Meski demikian, daya yang dibutuhkan charger ponsel tergolong sangat kecil, umumnya hanya sekitar 5 hingga 15 watt.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kebutuhan daya berbagai komponen lain di mobil.

Sebagai contoh, sistem pendingin udara (AC) dapat mengonsumsi daya hingga ribuan watt, sedangkan lampu kendaraan juga membutuhkan energi lebih besar dibandingkan charger ponsel.

Karena itu, pengaruh pengisian daya HP terhadap konsumsi bensin nyaris tidak signifikan.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Engadget, penggunaan charger ponsel di mobil hanya memengaruhi efisiensi bahan bakar sekitar 0,03 mil per galon (MPG).

Sebagai ilustrasi, mobil yang memiliki konsumsi bahan bakar 20 MPG secara teori hanya akan turun menjadi sekitar 19,97 MPG ketika ponsel terus diisi dayanya selama perjalanan.

Sebaliknya, penggunaan AC mobil dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar hingga sekitar 10 persen, sehingga dampaknya jauh lebih besar dibandingkan mengisi daya ponsel.

Apakah Mengisi Daya HP Bisa Membuat Aki Soak?

Selain dianggap membuat bensin lebih boros, mengisi daya ponsel juga kerap dikaitkan dengan risiko aki cepat habis atau soak.

Saat mesin kendaraan menyala, anggapan tersebut pada dasarnya tidak tepat.

Alternator akan terus memasok listrik ke seluruh sistem kelistrikan sekaligus mengisi ulang aki, sehingga beban tambahan dari charger ponsel yang relatif kecil tidak akan memengaruhi kondisi baterai secara berarti.

Namun, situasinya berbeda jika ponsel diisi daya saat mesin mobil dalam keadaan mati. Pada kondisi tersebut, seluruh kebutuhan listrik berasal langsung dari aki 12 volt tanpa ada pasokan dari alternator.

Mengisi daya ponsel dalam waktu singkat umumnya tidak akan langsung menguras aki.

Akan tetapi, jika dilakukan berulang kali atau berlangsung selama berjam-jam—terutama pada mobil yang jarang digunakan atau memiliki aki yang sudah melemah—risiko aki kehilangan daya tentu akan meningkat.

Tetap Aman Digunakan Saat Berkendara

Secara umum, mengisi daya ponsel saat mobil sedang berjalan bukanlah penyebab utama konsumsi bensin menjadi boros maupun ancaman serius bagi usia aki kendaraan.

Pengaruhnya terhadap efisiensi bahan bakar sangat kecil dibandingkan penggunaan komponen lain seperti AC.

Meski begitu, pengendara tetap disarankan menggunakan charger seperlunya dan mencabut perangkat setelah baterai terisi penuh, terutama ketika mesin kendaraan tidak menyala.

Kebiasaan tersebut dapat membantu menjaga kondisi aki sekaligus membuat penggunaan energi kendaraan tetap lebih efisien.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru