Cloudflare Down! Jutaan Situs Lumpuh Tak Bisa Diakses Termasuk ChatGPT dan Twitter
digtara.com - Akses internet global lagi-lagi menghadapi ancaman kelumpuhan massal.
Baca Juga:
Mengingat peran penting Cloudflare yang menjadi 'tulang punggung' bagi jutaan situs web, gangguan ini mengakibatkan kelumpuhan sebagian besar aktivitas internet di seluruh dunia.
Baca Juga:
Pihak Cloudflare merilis pernyataan resmi melalui laman status mereka pada pukul 11:48 UTC (atau sekitar pukul 18:48 WIB).

Baca Juga:
Dampak Skala Masif
Skala gangguan ini tidak bisa dianggap remeh. Cloudflare merupakan layanan yang memproses permintaan internet untuk jutaan situs web. Data mencatat layanan ini melayani rata-rata 78 juta permintaan HTTP per detik.
Ironisnya, situs Down Detector—yang biasanya menjadi rujukan utama warganet untuk mengecek status layanan yang error—juga dilaporkan mengalami masalah dan sulit diakses.
Baca Juga:
Hal ini mengindikasikan betapa luasnya dampak gangguan jaringan Cloudflare kali ini.
Sebelumnya pada bulan Juni, gangguan serupa pernah menyebabkan sebagian besar internet "mati", melumpuhkan layanan populer seperti Twitch, Discord, hingga Google.
Baca Juga:
Jack Dorsey Bangkit Lewat BitChat, Aplikasi Chat Tanpa Internet atau SIM Card
Tentang Bluesky, Aplikasi Pesaing Twitter Sudah Bisa Dipakai di Indonesia
Hasil Studi Cloudflare: Mencengangkan! 70 Persen Responden di Indonesia Kena Serangan Internet
Barbar! Rumah Ketua BEM UI Didatangi Orang Berseragam TNI-Polri, Intimidasi karena Lantang Tolak Putusan MK
Pengguna X Sudah Bisa Lakukan Panggilan Audio dan Video, Begini Kata Elon Musk
Perang Hamas vs Israel Pecah, Bos Facebook, Twitter dan TikTok Kena Ultimatum, Apa Pasal?
Kode Redeem FC Mobile 13 Maret 2026 Terbaru, Klaim Gems Gratis dan Pemain OVR Tinggi
Rekonstruksi Kematian Lucky Sanu Dan Delfi Foes Dipending, Keluarga Korban Tuntut Hadirkan Saksi Sari Doko
Digugat Tersangka Kasus Perkosaan, Polres Belu Menang Sidang Praperadilan
Polres TTU Dan Satgas Saber Sidak Harga Bahan Pokok
Lansia di Kabupaten TTU Tebas Anaknya dengan Parang
Situasi Kondusif Pasca Kerusakan di Adonara Timur, Pengamanan Masih Terus Dilakukan
Salah Paham Berujung Tawuran, Polisi Panggil Puluhan Siswa dan Orang Tua