Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat, 31 Juli 2026.
Baca Juga:
Analis memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.110 hingga Rp18.160 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan.
Rupiah Ditutup Melemah pada Perdagangan Sebelumnya
Berdasarkan data Doo Financial Futures, rupiah pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 38 poin atau 0,21 persen ke level Rp18.111 per dolar AS.Di sisi lain, indeks dolar Amerika Serikat (DXY) justru turun 0,91 persen ke level 99,97, mencerminkan adanya pergerakan beragam di pasar mata uang global.
Meski indeks dolar melemah, tekanan terhadap rupiah masih cukup besar karena dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan kondisi ekonomi domestik.
Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Jadi Sentimen Utama
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.Situasi memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melakukan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan rudal yang ditujukan ke pangkalan militer AS di Yordania.
Konflik tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi minyak dunia, terutama yang melewati Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.
Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global, yang menjadi sentimen negatif bagi Indonesia sebagai negara pengimpor minyak bersih (net importer).
Sikap The Fed Masih Membayangi Pasar
Selain faktor geopolitik, pasar juga masih mencermati hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juli 2026.Sebanyak tiga anggota FOMC mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, sementara sembilan anggota lainnya memilih mempertahankan suku bunga.
Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan bahwa bank sentral siap mengambil langkah lanjutan apabila tekanan inflasi kembali meningkat.
Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat dalam beberapa bulan ke depan.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan Melambat
Dari dalam negeri, sentimen datang dari proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026.Baca Juga:Sejumlah ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,8 persen hingga 4,9 persen, lebih rendah dibandingkan capaian kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen.
Perlambatan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya:
- Tingginya biaya produksi akibat gejolak global.
- Pengetatan kebijakan moneter.
- Ketidakpastian pengelolaan fiskal.
- Hambatan ekspor sektor mineral.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (31/7/2026).
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan konflik geopolitik, arah kebijakan The Fed, serta indikator ekonomi domestik sebagai penentu pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 24 Juli 2026 Diproyeksi Melemah, Dolar AS Berpotensi Sentuh Rp17.980