Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan
digtara.com - Nilai tukar rupiah kembali ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan akhir pekan. Tekanan terhadap mata uang Garuda dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Baca Juga:
Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap dampak kenaikan harga energi global terhadap perekonomian Indonesia.
Harga Minyak Dunia Menekan Nilai Tukar Rupiah
Mengacu pada laporan Trading Economics, kenaikan harga minyak mentah menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.Sebagai negara net importir minyak, Indonesia menghadapi tekanan yang lebih besar ketika harga minyak dunia menembus level US$100 per barel. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan biaya impor energi dan memberikan tekanan terhadap posisi fiskal nasional.
Lonjakan harga minyak juga memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya inflasi global apabila konflik di Timur Tengah terus berlanjut.
Baca Juga:
Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga 5,75 Persen
Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mengendalikan inflasi, Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026.Selain itu, BI juga mengingatkan bahwa fenomena El Niño berpotensi mendorong kenaikan harga pangan. Meski demikian, bank sentral masih memperkirakan inflasi Indonesia tetap berada dalam kisaran target hingga 2027.
Kebijakan mempertahankan suku bunga tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tingginya ketidakpastian global.
Konflik Timur Tengah Perburuk Sentimen Pasar
Konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama investor.Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, sebelumnya memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.930 hingga Rp17.980 per dolar AS.
Salah satu perkembangan terbaru adalah aksi kelompok Houthi yang menargetkan kapal tanker Saudi ENCELA dan LAYLIA setelah menuduh keduanya melanggar blokade maritim yang baru diumumkan.
Kelompok tersebut juga mengancam jalur pelayaran di Selat Bab el-Mandeb, salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Apabila gangguan terhadap jalur pelayaran terus berlanjut, kapal tanker diperkirakan harus mengubah rute melalui Afrika bagian selatan. Kondisi ini berpotensi memperpanjang waktu pengiriman sekaligus meningkatkan biaya logistik dan distribusi energi global.
Baca Juga:
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.750 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.710 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah ke Rp17.650 per Dolar AS, Ini Sentimennya
Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs ke Rp17.590 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Diproyeksi Menguat ke Rp17.480, Sentimen Konsumen Jadi Pendorong