Jumat, 17 Juli 2026

Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan

Arie - Jumat, 17 Juli 2026 15:30 WIB
Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan
ist
Kemnaker Apresiasi Digitalisasi Inkop TKBM, Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan

digtara.com -Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengapresiasi langkah transformasi digital yang dilakukan Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (Inkop TKBM) Pelabuhan melalui peluncuran aplikasi digital untuk pengelolaan layanan pelabuhan.

Baca Juga:

Inovasi tersebut dinilai mampu mewujudkan tata kelola koperasi yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah usai membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkop TKBMPelabuhan Tahun Buku 2025 di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

"Sistem digital di Inkop TKBM membuat seluruh proses kerja, mulai dari pendataan pekerja hingga pengelolaan keuangan, menjadi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh anggota maupun pengurus," ujar Afriansyah.

Menurutnya, transformasi digital tersebut memberikan manfaat langsung bagi lebih dari 86 ribu tenaga kerja bongkar muat yang tergabung dalam 120 koperasi primer di berbagai pelabuhan di Indonesia.

Melalui aplikasi digital, seluruh data pekerja, termasuk identitas dan kompetensi, dapat terintegrasi dalam satu sistem sehingga proses penyaluran tenaga kerja menjadi lebih efektif dan adil.

Baca Juga:

"Digitalisasi ini memastikan distribusi tenaga kerja berjalan lebih merata sekaligus memudahkan anggota memantau jadwal kerja serta hak-haknya secara daring," katanya.

Afriansyah menilai digitalisasi merupakan langkah yang tidak dapat dihindari seiring pesatnya modernisasi sektor kepelabuhanan. Berbagai aktivitas manual kini mulai digantikan oleh teknologi otomatis seperti Automated Guided Vehicles (AGV) dan Automated Stacking Cranes (ASC).

Karena itu, koperasi dituntut mampu beradaptasi agar tetap relevan dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggotanya.

Selain mendorong transformasi digital, Kemnaker juga mengingatkan pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di sektor bongkar muat yang memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.

"Pemberian jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri yang memadai, serta penerapan budaya K3 harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh ditawar," tegas Afriansyah.

Sementara itu, Ketua Umum Inkop TKBMPelabuhan, HM Nasir, mengatakan digitalisasi akan diterapkan secara bertahap di seluruh jaringan koperasi TKBM di Indonesia dalam kurun waktu satu tahun ke depan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru