Senin, 03 Agustus 2026

Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS

Arie - Jumat, 19 Juni 2026 09:51 WIB
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah diperkirakan masih menghadapi tekanan pada perdagangan Jumat (19/6/2026) meskipun Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga acuannya.

Baca Juga:

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di rentang Rp17.790 hingga Rp17.840 per dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (18/6/2026), rupiah ditutup melemah 32 poin atau 0,18 persen ke level Rp17.794 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,26 persen ke posisi 100,34.

Menurut Ibrahim, rupiah sempat mengalami tekanan lebih dalam pada perdagangan intraday dengan depresiasi hingga 60 poin sebelum akhirnya menutup sesi dengan pelemahan yang lebih terbatas.

BI Kembali Naikkan Suku Bunga

Sentimen utama pasar saat ini berasal dari kebijakan moneter Bank Indonesia.

Melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18–19 Juni 2026, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Pada saat yang sama, suku bunga Deposit Facility naik menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,50 persen.

Baca Juga:
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen pada 2026–2027.

Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin dalam rapat reguler pada 9 Juni 2026. Dengan demikian, dalam waktu kurang dari satu bulan, bank sentral telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin.

Meski langkah tersebut menunjukkan komitmen kuat menjaga stabilitas pasar keuangan, tekanan terhadap rupiah masih berlanjut akibat tingginya volatilitas pasar dan arus keluar modal asing dari pasar domestik.

Investor Menunggu Keputusan MSCI

Ibrahim menilai pelaku pasar masih menerapkan strategi wait and see sambil menunggu kepastian terkait hasil evaluasi pasar modal Indonesia oleh MSCI.

Investor global mencermati dua isu utama, yakni status Indonesia dalam kelompok pasar berkembang (emerging market) dan kemungkinan pencabutan pembekuan konstituen indeks MSCI.

Ketidakpastian tersebut membuat sebagian investor memilih menahan aktivitas investasi hingga memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai arah kebijakan dan prospek pasar Indonesia.

Sentimen Global dari Perdamaian AS-Iran

Di pasar global, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara telah meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global. Dampaknya, harga minyak dunia turun dari kisaran US$100 per barel menjadi sekitar US$80 per barel.

Penurunan harga minyak dinilai positif bagi Indonesia yang masih berstatus sebagai net importir minyak. Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan terhadap neraca perdagangan dan kebutuhan devisa untuk impor energi.

Selain itu, meredanya risiko geopolitik juga membantu menurunkan kekhawatiran inflasi global yang sebelumnya dipicu oleh lonjakan harga energi.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp17.963 per Dolar AS, Harga Minyak dan Konflik Timur Tengah Jadi Tekanan

Komentar
Berita Terbaru