Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
Sementara itu, MSCI dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review memutuskan tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market).Baca Juga:
Lembaga tersebut menyoroti masih terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar.
Akibatnya, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow dari sebelumnya positif menjadi negatif. Bersama Turki, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami penurunan aksesibilitas pasar dalam siklus evaluasi tahun ini.
Menurut MSCI, kurangnya transparansi kepemilikan saham membatasi kemampuan investor institusi global dalam menilai tingkat free float yang sebenarnya dan mengurangi efektivitas harga pasar sebagai dasar penyusunan portofolio investasi maupun replikasi indeks.
Meski terdapat sejumlah catatan, keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dinilai mampu mengurangi risiko keluarnya dana investasi pasif dalam jumlah besar dari pasar saham domestik.
Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Diproyeksikan Menguat, Bergerak di Kisaran Rp17.900–Rp18.000 per Dolar AS