Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia
Sementara itu, MSCI dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review memutuskan tetap mempertahankan Indonesia dalam kelompok pasar negara berkembang (emerging market).Baca Juga:
Lembaga tersebut menyoroti masih terbatasnya transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi perdagangan terkoordinasi yang dinilai dapat mengganggu proses pembentukan harga yang wajar di pasar.
Akibatnya, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow dari sebelumnya positif menjadi negatif. Bersama Turki, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami penurunan aksesibilitas pasar dalam siklus evaluasi tahun ini.
Menurut MSCI, kurangnya transparansi kepemilikan saham membatasi kemampuan investor institusi global dalam menilai tingkat free float yang sebenarnya dan mengurangi efektivitas harga pasar sebagai dasar penyusunan portofolio investasi maupun replikasi indeks.
Meski terdapat sejumlah catatan, keputusan MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai emerging market dinilai mampu mengurangi risiko keluarnya dana investasi pasif dalam jumlah besar dari pasar saham domestik.
Baca Juga:
Rupiah Hari Ini 3 Agustus 2026 Diproyeksi Menguat, Simak Sentimen Penggeraknya
Rupiah Diproyeksikan Melemah ke Rp18.160 per Dolar AS Hari Ini, Ini Faktor Penekannya
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp18.130 per Dolar AS Hari Ini, Dipengaruhi FOMC The Fed dan Sentimen Global
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diproyeksikan Melemah ke Rp18.020 per Dolar AS
Rupiah Diprediksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Atas Rp18.000 per Dolar AS