Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
digtara.com - Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari 2 dolar AS per barel pada perdagangan Kamis (11/6/2026) setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz sebagai respons atas serangan udara lanjutan yang dilakukan Amerika Serikat (AS).
Baca Juga:
- Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Rudal Meluas hingga Negara Teluk dan Selat Hormuz Kembali Ditutup
- Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS
- Timur Tengah Membara Lagi! Iran Balas Serangan AS, Luncurkan Rudal dan Drone ke Sejumlah Pangkalan Militer Amerika
Komando militer gabungan Iran menyatakan Selat Hormuz ditutup sepenuhnya untuk kapal tanker minyak maupun kapal komersial. Teheran menegaskan akan mengambil tindakan terhadap kapal yang mencoba melintasi jalur strategis tersebut.
Namun, militer AS membantah klaim tersebut. Melalui pernyataan resminya di platform X, Washington menyebut aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz masih berlangsung normal dan tidak ada kapal perang AS yang menjadi sasaran serangan.
Pernyataan itu sekaligus membantah laporan media pemerintah Iran yang mengklaim telah menyerang kapal-kapal AS di kawasan tersebut menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone).
Ketegangan kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu (10/6/2026) pukul 17.15 waktu setempat atau Kamis (11/6/2026) pukul 04.15 WIB. Aksi saling serang tersebut memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik berskala besar di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga:Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran vital yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia diangkut melalui selat tersebut, sehingga setiap gangguan dapat berdampak signifikan terhadap harga energi internasional.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan, Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel menjadi 426,5 juta barel pada pekan yang berakhir 5 Juni 2026. Penurunan tersebut jauh lebih besar dibandingkan perkiraan analis yang hanya memproyeksikan penurunan sekitar 4 juta barel.
Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Rudal Meluas hingga Negara Teluk dan Selat Hormuz Kembali Ditutup
Rupiah Diproyeksi Bergerak di Kisaran Rp18.000–Rp18.128 per Dolar AS, Pasar Nantikan Data Inflasi AS
Timur Tengah Membara Lagi! Iran Balas Serangan AS, Luncurkan Rudal dan Drone ke Sejumlah Pangkalan Militer Amerika
Rupiah Diproyeksi Masih Tertekan, Berpotensi Bergerak di Kisaran Rp18.050–Rp18.200 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Bergerak Fluktuatif di Kisaran Rp17.950–Rp18.050 per Dolar AS