Sabtu, 06 Juni 2026

LAPK Desak PLN Beri Kompensasi, Warga Medan dan Deli Serdang Masih Keluhkan Listrik Padam Berulang

Arie - Sabtu, 06 Juni 2026 10:50 WIB
LAPK Desak PLN Beri Kompensasi, Warga Medan dan Deli Serdang Masih Keluhkan Listrik Padam Berulang
net
Ilustrasi.

digtara.com -Meski PT PLN menyatakan sistem kelistrikan Sumatera telah kembali normal setelah insiden blackout pada 22 Mei 2026, sejumlah warga di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang masih mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi berulang kali.

Baca Juga:

Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) menyebut menerima banyak laporan masyarakat terkait gangguan listrik yang masih terjadi di berbagai wilayah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem distribusi listrik pasca pemulihan.

Ketua LAPK, Padian Adi S. Siregar, mengatakan bahwa keberhasilan pemulihan sistem kelistrikan seharusnya tidak hanya diukur dari pernyataan resmi bahwa jaringan telah normal, tetapi juga dari minimnya gangguan yang dirasakan pelanggan.

"Fakta bahwa pemadaman masih terus terjadi menunjukkan masih ada persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat. Keberhasilan pemulihan bukan sekadar menyatakan sistem telah normal, tetapi memastikan pelanggan tidak lagi mengalami gangguan berulang," ujar Padian dalam keterangannya, Jumat (5/6/2026).

Menurut LAPK, sejumlah pelanggan melaporkan listrik padam hingga lima sampai enam kali dalam sehari di beberapa kawasan Sumatera Utara. Situasi tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan kerugian ekonomi.

Atas kondisi tersebut, LAPK mendesak PLN untuk memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak. Apalagi, saat blackout besar terjadi, sejumlah wilayah dilaporkan mengalami pemadaman selama lebih dari 27 jam.

Baca Juga:
Padian menilai kerugian yang dialami masyarakat tidak hanya berupa ketidaknyamanan, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi.

Beberapa dampak yang disebut LAPK antara lain terganggunya aktivitas rumah tangga, kerugian pelaku usaha dan UMKM akibat terhentinya operasional, serta munculnya biaya tambahan untuk kebutuhan penerangan darurat maupun sumber energi alternatif.

"Tidak ada alasan untuk menunda pemberian kompensasi. Kerugian yang dialami pelanggan nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat," tegasnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Warga, Berapa Lama Pasokan Listrik PLN di Sumatera Kembali Normal?

Blackout Sumatera Lumpuhkan Aktivitas Warga, Berapa Lama Pasokan Listrik PLN di Sumatera Kembali Normal?

Pasca Blackout Sumatera, PLN Klaim Listrik 8,3 Juta Pelanggan Sudah Kembali Pulih

Pasca Blackout Sumatera, PLN Klaim Listrik 8,3 Juta Pelanggan Sudah Kembali Pulih

Blackout Besar Lumpuhkan Sumatera, Listrik Padam Massal Picu Kepanikan Warga

Blackout Besar Lumpuhkan Sumatera, Listrik Padam Massal Picu Kepanikan Warga

Stok BBM Menipis, Rote Ndao Terimbas Pemadaman Listrik

Stok BBM Menipis, Rote Ndao Terimbas Pemadaman Listrik

Waduh! Ini Penyebab Utama Bali Blackout

Waduh! Ini Penyebab Utama Bali Blackout

Listrik 450 VA Dihapus, Daya untuk Rumah Warga Miskin Jadi 900 VA

Listrik 450 VA Dihapus, Daya untuk Rumah Warga Miskin Jadi 900 VA

Komentar
Berita Terbaru