Harga Bright Gas Resmi Naik per 18 April 2026, Ini Rincian Terbarunya
Arie - Selasa, 21 April 2026 09:12 WIB
digtara.com - Harga LPG nonsubsidi atau Bright Gas resmi mengalami penyesuaian mulai 18 April 2026. Kenaikan ini diumumkan oleh PT Pertamina (Persero) dan berlaku di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga:
Kenaikan harga ini terutama terjadi pada tabung ukuran 5,5 kg dan 12 kg, sementara LPG subsidi 3 kg dipastikan tetap stabil.
Rincian Harga Terbaru Bright Gas
Untuk wilayah Jawa, Bali, dan NTB, harga terbaru adalah:
Baca Juga:
- Bright Gas 5,5 kg: Rp107.000 (naik Rp17.000 dari Rp90.000)
- Bright Gas 12 kg: Rp228.000 (naik Rp36.000 dari Rp192.000)
- DKI Jakarta
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Bali
- serta wilayah lainnya di Pulau Jawa dan sekitarnya
- Bright Gas 5,5 kg: Rp111.000 – Rp134.000
- Bright Gas 12 kg: Rp230.000 – Rp285.000
Contoh Harga di Beberapa Daerah
- Sumatera Utara: Rp111.000 (5,5 kg) | Rp230.000 (12 kg)
- Kalimantan Timur: Rp114.000 | Rp238.000
- Maluku (Ambon): Rp134.000 | Rp285.000
- Papua (Jayapura): Rp134.000 | Rp285.000
LPG 3 Kg Dipastikan Tidak Naik
Baca Juga:
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa harga LPG subsidi 3 kg tidak mengalami perubahan.
Menurutnya:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
- Harga resmi tetap sekitar Rp12.750 per tabung
- Harga maksimal di pengecer seharusnya Rp18.000–Rp19.000
Kenapa Harga Bright Gas Naik?
Kenaikan LPG nonsubsidi umumnya dipengaruhi oleh:
Baca Juga:
- Fluktuasi harga energi global
- Nilai tukar rupiah
- Biaya distribusi dan logistik
- Bright Gas resmi naik per 18 April 2026
- Kenaikan mencapai Rp17.000–Rp36.000 per tabung
- LPG 3 kg tetap aman, tidak naik
- Harga di luar Jawa lebih mahal karena faktor distribusi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pengawasan BBM dan LPG 3 Kg di Banda Aceh Jelang Ramadan, Pertamina Pastikan Takaran Sesuai dan Stok Aman
Anak Usaha PT Pertamina Buka Lowongan 2021 untuk Fresh Graduate, Silakan Cek!
Gagalkan Penyelundupan Migas, Pertamina Apresiasi Korpolairud Baharkam Polri
Harga Pertamax Turun Jadi Rp.9.200 Per Liter
Menteri BUMN Sebut Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina
Bisnis BBM Non Subsidi Pertamina Terganggu Penigkatan Penjualan Premium
Komentar
Berita Terbaru
Pelni Kupang Apresiasi Resmob Polda NTT, Penangkapan Calo Makin Gencar
Polres Sumba Timur Limpahkan Tersangka Kasus Penipuan Bermodus Program Bank Fiktif ke Kejaksaan
IHSG Rawan Lanjut Koreksi ke 7.245–7.527, MBMA hingga PTBA Jadi Pilihan Analis
Larantuka-Flores Timur Diguncang Gempa Bumi Tektonik Beruntun
Harga Bright Gas Resmi Naik per 18 April 2026, Ini Rincian Terbarunya
Curi Perhiasan Emas Kerabat Untuk Miras, Pemuda di Kupang Dibekuk Tim Resmob Polresta Kupang Kota
Rupiah Berisiko Melemah ke Rp17.200, Sentimen Global Tekan Pasar