IHSG Menguat 4,42% ke 7.279, Sentimen Gencatan Senjata AS-Iran Dorong Saham Big Caps
digtara.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan sebesar 4,42 persen atau 308,18 poin ke level 7.279,21 pada perdagangan Rabu, 8 April 2026. Penguatan indeks didorong sentimen positif global, terutama meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga:
Mayoritas Saham Menguat
Data perdagangan menunjukkan mayoritas saham mencatatkan penguatan. Sebanyak 652 saham naik, 108 saham melemah, dan 198 saham stagnan.
Baca Juga:Kondisi ini mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap arah pergerakan pasar saham dalam jangka pendek.
Saham Big Caps Jadi Motor Penguatan
Sejumlah saham unggulan menjadi pendorong utama kenaikan IHSG. Beberapa di antaranya mencatatkan kenaikan signifikan:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 3,85 persen ke Rp6.750
- PT Barito Renewables Energi Tbk (BREN) naik 7,53 persen ke Rp5.000
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 3,41 persen ke Rp3.340
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 7,18 persen ke Rp4.480
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melonjak 13,45 persen ke Rp5.525
Baca Juga:Sentimen Global Dorong IHSG
Tim riset Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa penguatan IHSG dipicu oleh kabar persetujuan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dalam dua minggu ke depan.
Kondisi tersebut turut menekan harga minyak mentah global hingga kembali berada di bawah level 100 dolar AS per barel.
Analisis Teknikal Tunjukkan Sinyal Positif
Indikator MACD mulai membentuk histogram positif, sementara stochastic RSI bergerak naik, yang mengindikasikan peluang penguatan lanjutan dalam jangka pendek.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG sejalan dengan proyeksi analis yang memperkirakan indeks akan berada di kisaran 7.200.
Baca Juga:Sentimen Domestik Masih Jadi Tantangan
Meski didorong sentimen positif global, pasar tetap mencermati faktor domestik, khususnya kondisi fiskal Indonesia.
Defisit APBN 2026 tercatat mencapai 0,93 persen terhadap PDB pada kuartal pertama, yang berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar.
Penguatan IHSG sebesar 4,42 persen pada 8 April 2026 menunjukkan respons positif pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik global.
Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai risiko dari faktor domestik, terutama terkait kondisi fiskal yang dapat memengaruhi pergerakan pasar ke depan.
Baca Juga:Disclaimer: Informasi ini tidak bertujuan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor.
IHSG Ditutup Anjlok 3,54 Persen, Saham MEDC, DEWA, dan BRPT Jadi Pemberat Utama
IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini, Simak Rekomendasi Saham AADI, HRTA, MBMA, dan AMRT
IHSG Hari Ini 20 Mei 2026 Diprediksi Masih Melemah, Simak Rekomendasi Saham ANTM hingga TLKM
IHSG Hari Ini Diprediksi Masih Koreksi, Simak Rekomendasi Saham ADMR hingga INKP
IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah, Analis Rekomendasikan Saham DEWA hingga INDY