Minggu, 31 Mei 2026

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Desember 2025

Arie - Selasa, 23 Desember 2025 09:40 WIB
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 23 Desember 2025
net
Ilustrasi.

digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih berada dalam tekanan pada perdagangan hari ini, Selasa (23/12/2025). Rupiah diproyeksikan bergerak melemah di kisaran Rp16.770–Rp16.810 per dolar AS, dipengaruhi sentimen global dan kehati-hatian pasar menjelang rilis data ekonomi AS.

Baca Juga:

Mengutip data Bloomberg, rupiah pada penutupan perdagangan sebelumnya melemah 0,16% atau 27 poin ke level Rp16.777 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) justru terkoreksi tipis 0,05% ke posisi 98,55.

Sentimen Global Tekan Rupiah

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa pergerakan rupiah dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari sisi geopolitik dan data ekonomi Amerika Serikat.

Baca Juga:
Salah satu sentimen utama datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.

"Ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah berpotensi mengganggu produksi minyak di kawasan tersebut," ujar Ibrahim dalam risetnya, Senin (22/12/2025).

Kenaikan harga minyak berpotensi menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, karena meningkatkan risiko inflasi dan defisit transaksi berjalan.

Pasar Tunggu Data Ekonomi AS

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat, di antaranya:

Baca Juga:
  • Data pertumbuhan ekonomi kuartal III
  • Pesanan barang tahan lama (durable goods) Oktober
  • Produksi industri periode Oktober dan November
Data-data tersebut akan menjadi acuan arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed) ke depan.

Sentimen Domestik: Tantangan Ekonomi Masih Membayangi

Dari dalam negeri, pasar mencermati prospek ekonomi Indonesia ke depan. Ibrahim menilai, perekonomian nasional masih menghadapi tantangan besar baik dari faktor eksternal maupun domestik, meski peluang pertumbuhan tetap terbuka.

Lembaga internasional memproyeksikan kondisi ekonomi global pada 2026 tidak akan lebih baik dibandingkan tahun 2025. Pemerintah Indonesia perlu mengantisipasi perlambatan ekonomi mitra dagang utama, ketidakpastian perdagangan global, serta dinamika geopolitik.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Rupiah Diprediksi Bergerak Volatil di Kisaran Rp17.600–Rp17.700 per Dolar AS

Komentar
Berita Terbaru