16 Kali Sidang Bergulir, Ini Sejumlah Fakta Persidangan Akhir Kasus Kekerasan Seksual Anak Dibawah Umur Oleh Mantan Kapolres Ngada
Baca Juga:
Terdakwa mengakui memiliki hasrat seksual terhadap anak dibawah umur. "Maka dengan memperhatikan keterangan dan sikap terdakwa di persidangan, terhadap apa yang dilakukan terdakwa terhadap para anak korban tersebut, sebenarnya ada ruang yang memisahkan keadaan psikologis terdakwa tersebut dengan perbuatan terdakwa yang melakukan tindakan asusila terhadap para anak korban tersebut, dalam ruang tersebut terdapat pilihan bagi terdakwa, apakah akan mencari pertolongan atas keadaan psikologisnya tersebut, ataukah memilih untuk mengikuti hasrat seksualnya terhadap anak dibawah umur, namun terdakwa telah memilih pilihan yang salah, dengan mengikuti hasrat seksualnya tersebut yang telah diketahui dan dipahaminya sebagai perbuatan yang melanggar hukum,' ujar Majelis Hakim,
Perbuatan terdakwa Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmadja alias Fajar alias Andi telah menimbulkan trauma bagi anak korban ke-1 (IBS), anak korban ke-2 (MAN) dan anak korban ke-3 (WAP).
Baca Juga:"Selain itu, pertimbangan lainnya dalam vonis 19 tahun ini yaitu perbuatan terdakwa tidak mencerminkan sebagai anggota Polri yang semestinya menjadi contoh teladan dan melindungi masyarakat.
Untuk diketahui, bahwa persidangan ini telah melalui serangkaian persidangan sebanyak 16 kali dengan memberikan kesempatan kepada para pihak secara adil dan tanpa berpihak atau imparsial sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Warga TTS Sukarela Serahkan Senpi Peninggalan Orang Tua ke Polisi
Dua Nelayan Sikka-NTT Hilang Kontak Saat Berlayar Ke Pulau Karumpa Selayar-Sulawesi Selatan
Dalami Enam Laporan Polisi Soal Curanmor, Polsek Kupang Tengah Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor
KTP Atas Nama Yohanis Sioh Ditemukan Pada Lokasi Penemuan Kerangka Manusia di Kota Kupang
Satlantas Polres Alor Distribusikan Bantuan Air Bersih Pada Warga di Alor Barat Laut