Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Rabu 1 Oktober 2025: Diperkirakan Melemah di Rp16.660–Rp16.710 per Dolar AS
digtara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Rabu (1/10/2025), diproyeksikan ditutup melemah di kisaran Rp16.660–Rp16.710 per dolar AS.
Baca Juga:
Pergerakan Mata Uang Asia
Sejumlah mata uang Asia menunjukkan kinerja beragam. Yen Jepang naik 0,38%, dolar Hong Kong menguat 0,04%, dolar Singapura menguat 0,02%, sementara dolar Taiwan melemah 0,07% dan won Korea Selatan turun 0,17%.
Selain itu, peso Filipina melemah 0,12%, rupee India turun 0,05%, yuan China menguat 0,02%, ringgit Malaysia naik 0,18%, dan baht Thailand tertekan 0,38%.
Baca Juga:Sentimen Global: Potensi Shutdown Pemerintah AS
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan faktor eksternal yang membayangi pasar berasal dari isu anggaran di Amerika Serikat. Parlemen AS memiliki batas waktu hingga tengah malam (30/9) untuk mengesahkan RUU anggaran dan mencegah penutupan ratusan lembaga federal.
RUU yang didukung Partai Republik telah lolos di DPR AS, tetapi masih menghadapi hambatan di Senat. Potensi government shutdown dikhawatirkan mengganggu aktivitas ekonomi, menunda rilis data ketenagakerjaan (nonfarm payrolls) September, serta memperlemah pasar tenaga kerja karena ribuan pekerjaan pemerintah terancam hilang.
Di sisi lain, Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 dari 5% (proyeksi April) menjadi 4,9% dalam laporan September 2025.
Penurunan ini dipicu ketidakpastian perdagangan global serta kebijakan tarif resiprokal tinggi dari AS yang membebani negara berkembang di Asia Pasifik. Untuk 2026, ADB juga memangkas proyeksi pertumbuhan Indonesia menjadi 5%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5,1%.
Baca Juga:Meski demikian, ADB memperkirakan inflasi Indonesia pada 2025 lebih rendah, yakni turun dari 2% (proyeksi April) menjadi 1,7%, sementara untuk 2026 tetap diperkirakan di level 2%.
Bandingkan dengan Asumsi Pemerintah
Proyeksi ADB ini lebih rendah dibanding asumsi pemerintah Indonesia dalam APBN. Dalam APBN 2025, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, dan pada APBN 2026 target pertumbuhan ditetapkan di level 5,4%.
BI Perketat Aturan Pembelian Dolar AS, Rupiah Masih Tertekan
Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Sentimen Defisit Fiskal Jadi Tekanan Utama
Rupiah Diprediksi Melemah ke Rp17.800 per Dolar AS, Investor Waspadai Defisit Transaksi Berjalan
Rupiah Melemah Lagi, Defisit Transaksi Berjalan Sentuh Level Terburuk dalam 6 Tahun