Komunitas Berani Hijrah: Tak Ada Kata Terlambat untuk Hijrah
digtara.com - Komunitas Berani Hijrah terus menjalankan perannya sebagai tempat pembinaan anak muda meskipun mengalami penurunan jumlah anggota di beberapa tahun terakhir. Komunitas yang berdiri pada 10 oktober 2017 ini tetap fokus pada kegiatan sosial dan dakwah di Tengah tantangan internal dan eksternal.
Baca Juga:
Ketua umum Komunitas berani hijrah ( M.Azril Hutabarat ) menjelaskan bahwa komunitas ini terbentuk karena semarak nya trend Hijrah pada tahun 2017-2019. Pada saat itu banyak pemuda yang memiliki latar belakang yang suram, termasuk mantan pelaku kriminal dan juga pengguna narkoba, bergabung untuk mencari arah hidup yang lebih baik. "kami hadir untuk menampung dan membimbing mereka kearah yang lebih baik dan positif" ujar ketua umum.
Komunitas ini memiliki misi mengajak anak muda menuju kebaikan melalui kegiatan keagamaan dan sosial,mereka berupaya mengontrol perilaku remaja agar lebih sesuai dengan nilai nilai keagamaan. Komunitas ini juga memilih tetap independent dan tidak bergabung dengan Lembaga Pemerintah guna menjaga fleksibelitas dalam bergerak.
"Walaupun sekarang ada yang udah jadi bagian pemerintahan dari komunitas berani hijrah yaitu pak Andi Baso, tapi kami ga ada minta tolong apapun dari beliau, walaupun ada pandangan dari masyarakat bahwasan nya kami ada di kaki kanan beliau tapi fakta nya kami berdiri sendiri sebelum beliau menjabat," Perjelas dari ketua umum.
Dalam perjalanan nya, Komunitas berani hijrah mengalami dinamika organisasi, awalnya organisasi tersebut memiliki lima divisi yakni Perkaderan, Olahraga, Media center, Kepedulian dan Ekonomi. Namun, kini difokuskan menjadi tiga divisi karena terdapat penurunan anggota.
"Tahun ini yang ikut bergabung ke komunitas berani hijrah ada 25 orang ,itupun ga aktif semua, karna ada yang sibuk kerja, kuliah" ucap ketua umum itu dengan nada rendah dan tenang.
Baca Juga:
Tahun ini mereka melakukan di Kecamatan biru-biru, lalu pembagian sembako saat Ramadhan, buka bersama dan kegiatan sosial lain nya.
Meski demikian, komunitas ini tetap berupaya menjaga eksistensinya di wilayah Tanjung Morawa. Mereka juga pernah menggelar tabligh akbar dan mengundang ustad Abdul Somad.
"Kami pernah ngundang ustad Abdul Somad yang di gelar di lapangan depan sekolah SMA Negeri 1 Tanjung morawa, masyarakat sekitar antusias sekali berbondong-bondong datang untuk nengok" ucap nya dengan nada semangat.
Dari sisi anggota ( Niki Purnama Sari, S.Pd ), Manfaat bergabung dalam komunitas berani hijrah cukup besar. Salah satu anggota menyebutkan bahwa komunitas tersebut memberikan lingkungan pertemanan yang positif serta membantu meningkatkan pemahaman agama.
"Banyak manfaat yang di dapat, seperti jadi punya banyak teman untuk hijrah,nambah ilmu dan yang paling untuk diri sendiri yah.. menaklukkan keimanan dan bermanfaat juga untuk semua orang (karena didalam komuniatas ini isi nya positif)"ucap anggota 159 cm itu.
Namun, berbagai kendala juga dihadapi, mulai dari kesibukan anggota hingga stigma negative dari masyarakat. Beberapa isu yang pernah muncul antara lain anggapan bahwa komunitas ini menjadi ajang mencari pasangan hingga dikaitkan dengan kepentingan politik.
Pihak komunitas menegaskan bahwa mereka tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.
Sementara itu, masyarakat sekitar memberikan respons yang cenderung positif terhadap keberadaan komunitas ini. Seorang warga mengaku sering melihat kegiatan yang melibatkan masyarakat, seperti pengajian dan menghadirkan ustaz untuk berbagi ilmu.
Baca Juga:
Ke depannya, Komunitas Berani Hijrah berkomitmen untuk tetap menjalankan kegiatan minimal satu kali dalam sebulan serta mempertahankan program-program besar sebagai bentuk kontribusi kepada masyarakat.
SMA Negeri 1 Kupang Gandeng Polisi-Jaksa Dan Ombudsman Sosialisasikan Proses SPMB
Diduga Akibat Kontaminasi Bakteri, Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten TTS Jadi KLB
Bukan Hanya Siswa, Guru Dan Pegawai SD GMIT Panite dan SMA Negeri 1 Panite Pun Jadi Korban MBG
Gerak Cepat Polres TTS Evakuasi Siswa Korban Keracunan MBG
Siswa SMA di Cibal-Manggarai Heboh dengan Penemuan Benda Diduga Janin Manusia
Ratusan Siswa SMA Negeri 1 Kota Kupang Diingatkan Soal Bahaya Judol
SPN Polda NTT Bakal Didik 146 Orang Calon Bintara Remaja
Safety Ridding dan Klaim Asuransi Jadi Topik Bahasan Jasa Raharja-Satlantas Dan Bhayangkari Polres Sumba Timur Saat “Ngobrol Santai”
Antisipasi Kecelakaan Laut, Polres Manggarai Barat Sebarkan Himbauan Dalam Dua Bahasa
Dua Warga Adonara-Flores Timur Tewas Dalam Bentrok Antar Warga
Pasangan Pelaku Buang Bayi di Belu Dibekuk Tim Resmob Polda NTT dan Polres Belu di Kota Kupang
Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur di Medan, Tawarkan Teknologi Hybrid dan Fitur Lebih Modern
Fitur Minecraft Bedrock Edition yang Tidak Ada di Java Edition