Minggu, 30 Agustus 2026

Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik

Arie - Jumat, 29 Mei 2026 10:00 WIB
Rupiah Terancam Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Dipicu Geopolitik dan Tekanan Domestik
net
Ilustrasi.

digtara.com -Nilai tukar rupiah diperkirakan masih berada dalam tekanan dan berpotensi mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 29 Mei 2026.

Baca Juga:

Berdasarkan data Google Finance, nilai tukar rupiah di pasar offshore ditutup melemah 0,46 persen ke level Rp17.865 per dolar AS pada Kamis (28/5/2026). Bahkan, rupiah sempat menyentuh posisi Rp17.902 per dolar AS pada awal perdagangan.

Pelemahan mata uang Garuda tersebut dipicu kombinasi sentimen global dan domestik yang dinilai sama-sama memberikan tekanan besar terhadap pasar keuangan Indonesia.

Pengamat Sebut Tekanan Rupiah Berasal dari Faktor Global dan Domestik

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi mengatakan kondisi geopolitik internasional dan persoalan ekonomi dalam negeri menjadi faktor utama yang membebani pergerakan rupiah.

"Faktor eksternal dan domestik sama-sama sangat mendukung pelemahan rupiah," ujar Ibrahim, dikutip Jumat (29/5/2026).

Baca Juga:
Menurut dia, pelemahan rupiah masih berpotensi berlanjut hingga mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

"Ada kemungkinan saat pasar dibuka pada Jumat, rupiah bisa bergerak mendekati Rp18.000 per dolar AS," katanya.

Ketegangan Timur Tengah dan Rusia-Ukraina Tekan Rupiah

Ibrahim menjelaskan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah serta konflik Rusia-Ukraina membuat investor global beralih ke aset safe haven seperti dolar Amerika Serikat.

Ketegangan di kawasan Selat Hormuz dinilai menjadi salah satu risiko utama karena berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia.

"Situasi geopolitik di Timur Tengah semakin memanas," ujar Ibrahim.

Ia menambahkan, kondisi tersebut dapat memicu kenaikan harga minyak dunia dan memperbesar tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

"Hal ini dapat menciptakan ketegangan lebih lanjut di Selat Hormuz dan mendorong harga minyak lebih tinggi," tambahnya.

Ekonom Nilai Rupiah Masih Bisa Rebound

Di sisi lain, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai rupiah sebenarnya masih memiliki ruang penguatan apabila koordinasi kebijakan fiskal dan moneter berjalan lebih baik.

Baca Juga:
Menurut Fakhrul, nilai tukar rupiah saat ini dinilai terlalu lemah dibandingkan kapasitas fundamental ekonomi Indonesia.

"Level rupiah saat ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya," ujar Fakhrul.

Ia memperkirakan rupiah berpotensi kembali menguat ke kisaran Rp16.800 hingga Rp17.000 per dolar AS jika bauran kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia lebih sinkron.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Rupiah Hari Ini 28 Agustus 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs terhadap Dolar AS

Rupiah Hari Ini 28 Agustus 2026 Diprediksi Melemah, Cek Proyeksi Kurs terhadap Dolar AS

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026: Diproyeksi Melemah ke Rp17.760

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026: Diproyeksi Melemah ke Rp17.760

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 Diprediksi Melemah

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini 24 Agustus 2026, Cek Prediksi dan Pergerakannya

Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026

Rupiah Diprediksi Menguat Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Kamis 20 Agustus 2026 Berpotensi Menguat

Komentar
Berita Terbaru