Nilai Tukar Rupiah Melemah di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar
digtara.com -Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Senin (29/9/2025). Rupiah berada di rentang Rp16.730–Rp16.800 per dolar AS.
Baca Juga:
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terapresiasi tipis 0,07% atau 11 poin ke level Rp16.738 per dolar AS. Sementara itu, indeks dolar AS tercatat melemah 0,13% ke posisi 98,42.
Pergerakan Mata Uang Asia
Sejumlah mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS hari ini antara lain:- Yen Jepang (+0,01%)
- Dolar Hong Kong (+0,04%)
- Dolar Singapura (+0,09%)
Baca Juga:
- Dolar Taiwan (-0,26%)
- Won Korea Selatan (-0,18%)
- Peso Filipina (-0,08%)
- Rupee India (-0,02%)
- Yuan China (-0,01%)
- Ringgit Malaysia (-0,31%)
- Baht Thailand (-0,07%)
Sentimen Domestik: Pertumbuhan Ekonomi Melambat
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut tekanan terhadap rupiah datang dari proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik.Pada kuartal III/2025, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 0,95% (quarter-to-quarter), jauh melambat dibanding kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,04%.
Secara tahunan, ekonomi diprediksi tumbuh 4,8% YoY di kuartal III dan 4,7% YoY di kuartal IV. Untuk keseluruhan 2025, pertumbuhan diperkirakan hanya 4,9%, stagnan di 2026, dan baru naik tipis ke 5% pada 2027.
Sentimen Global: Tarif Trump & Konflik Energi
Dari sisi eksternal, pasar diguncang kebijakan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif 100% untuk semua impor sektor farmasi. Kebijakan ini meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong investor mengambil posisi aman (risk-off).Selain itu, konflik Rusia–Ukraina turut memperburuk sentimen setelah serangan Ukraina ke infrastruktur energi Moskow membuat Rusia memangkas produksi minyak dan membatasi ekspor bahan bakar.
Proyeksi
Dengan kombinasi faktor domestik dan global tersebut, Ibrahim memperkirakan rupiah masih cenderung melemah pada perdagangan awal pekan.Baca Juga:
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik
Rupiah Masih Tertekan Meski BI Kembali Naikkan Suku Bunga, Bergerak di Kisaran Rp17.790–Rp17.840 per Dolar AS
Rupiah Diproyeksi Melemah, Pasar Menanti Hasil RDG BI dan Arah Kebijakan The Fed
Rupiah Berpotensi Menguat pada Perdagangan 17 Juni 2026, Sentimen Perdamaian AS-Iran Jadi Pendorong
Rupiah Berpotensi Bergerak Fluktuatif, Diperkirakan di Kisaran Rp17.800–Rp17.950 per Dolar AS
Harga Minyak Dunia Melonjak Setelah Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz
Sambut Kepulangan PPIH Daker Makkah, Menhaj Apresiasi Dedikasi Petugas dan Tegaskan Penguatan Kualitas Layanan
Pendorongan Jemaah dari Makkah Berakhir, Layanan Haji Terfokus di Madinah
Cara Melacak iPhone yang Hilang Meski Dalam Keadaan Mati
Rabies Ancam Warga di Amfoang Utara, Polisi dan Masyarakat Musnahkan Anjing Rabies
Kolaborasi TNI dan Polri di Nagekeo Melalui Bakti Kesehatan Bersama
Taat Bayar Pajak Kendaraan, Warga Sumba Timur Dapat Diskon dari Hotel Padadita
Rupiah Diproyeksi Melemah ke Rp17.890 per Dolar AS, Dipengaruhi Sentimen Global dan Domestik