Hadapi Puncak Musim Hujan, Anggota DPRD Jateng Abdul Aziz Minta Pemerintah Daerah Siaga Penuh
digtara.com - Kondisi cuaca di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, saat ini memasuki fase transisi menuju puncak musim hujan. Fenomena pemanasan suhu muka laut, terbentuknya sistem tekanan rendah di wilayah Samudra Hindia, serta meningkatnya awan konvektif menyebabkan intensitas hujan di berbagai daerah semakin tinggi.
Baca Juga:
Data prakiraan cuaca menunjukkan bahwa periode November 2025 hingga Februari 2026 akan menjadi masa puncak musim hujan, di mana potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang hingga gelombang tinggi diproyeksi meningkat signifikan.
Melihat kondisi tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Abdul Aziz mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Tengah untuk memperkuat kesiapsiagaan penuh menghadapi ancaman musim hujan. Menurutnya, sinyal cuaca ekstrem sudah mulai tampak dengan meningkatnya curah hujan lebat di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
"Kita tidak boleh lengah sedikit pun. Potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang harus diantisipasi secara maksimal. Pemerintah Daerah (Pemda) harus memastikan semua sumber daya penanggulangan bencana sudah siap siaga, mulai dari pengerahan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan relawan, hingga ketersediaan logistik darurat seperti sarana evakuasi dan tenda pengungsian," tegas Aziz, Kamis (20/11/2025).
Baca Juga:
Anggota Komisi A DPRD Jateng itu juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Menurutnya, kesiapan menghadapi puncak musim hujan bukan hanya menjadi tugas BPBD, tetapi juga harus melibatkan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan saluran dan drainase berfungsi baik, serta dukungan dari TNI dan Kepolisian dalam penanganan evakuasi dan pengamanan lapangan.
Secara khusus, Aziz menyoroti daerah yang menjadi langganan banjir seperti wilayah Pantura, termasuk Tegal dan Brebes, serta daerah rawan bencana di kawasan pegunungan Jawa Tengah. Pemda diminta segera memperkuat langkah preventif, seperti normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, dan pembersihan saluran air secara menyeluruh sebelum kondisi cuaca semakin parah.
Lebih jauh, Aziz juga mengingatkan agar di wilayah pesisir agar meningkatkan kewaspadaan seiring potensi pembentukan sistem tekanan rendah di lautan yang dapat memicu hujan sangat lebat, angin kencang, hingga gelombang tinggi.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri, aktif memantau informasi cuaca resmi, dan segera bersiap untuk evakuasi jika hujan turun terus-menerus. Selain itu, langkah sederhana seperti menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting agar potensi banjir tidak semakin parah," pungkasnya.
Aziz berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat mampu menekan dampak kerugian akibat bencana selama puncak musim hujan di Jawa Tengah. (San).
Baca Juga:
Kemenhaj Imbau Jemaah Hemat Tenaga Jelang Puncak Haji
Aila Afifah, Jemaah Termuda asal Pontianak, Doakan Ibu dan Ingin Jadi Anak Salehah
Kadaker Bandara: Pelayanan di Bandara Merupakan Wajah Pertama Ketika Jemaah Menginjakkan Kaki di Tanah Suci
Penjual Ikan Asin Asal Bandung Naik Haji, Cita-cita Haji Sejak Tahun 1960
Kloter Pertama Embarkasi Yogyakarta Resmi Tiba di Prince Muhammad bin Abdul Aziz Internasional Airport Madinah
Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
DJI Osmo Pocket 4P Resmi Hadir di Indonesia, Usung Dual Lens Pertama dan Rekam Video 4K 240fps
Juleha Demak Kompak Bayar Dam Tamattu di Tanah Air, Beri Manfaat yang Lebih Luas Bagi Masyarakat
Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026: Delapan Tim Terbaik Siap Berebut Tiket Semifinal
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang
Polisi Selidiki Tiga WNI diduga Fasilitasi Keberangkatan Belasan WNA Uzbekistan
Kabur Tiga Tahun Karena Kasus Penipuan dan Penggelapan, Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Diamankan Polisi
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Sejumlah Gudang di Alak