Kadaker Bandara: Pelayanan di Bandara Merupakan Wajah Pertama Ketika Jemaah Menginjakkan Kaki di Tanah Suci
digtara.com - Kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah tidak hanya ditandai dengan proses turun dari pesawat dan pengambilan barang bawaan saja.
Baca Juga:
- Rela Tinggalkan Jabatan, Ribuan PNS Berebut Kesempatan Ingin Berkhidmat Melayani Tamu Allah di Kemenhaj
- ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
- Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Namun, di balik setiap kedatangan jemaah, ada rangkaian layanan yang disiapkan secara berlapis oleh petugas haji Daerah Kerja Bandara, mulai dari penyambutan, pendampingan lansia dan disabilitas, pengawasan bagasi, hingga koordinasi kesehatan jemaah.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menuturkan bahwa pelayanan di bandara merupakan wajah pertama layanan haji Indonesia di Arab Saudi.
Karena itu, seluruh petugas diminta bekerja tidak hanya cepat dan tertib, tetapi juga dengan kepekaan terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang.
Baca Juga:"Bandara adalah titik awal jemaah merasakan pelayanan di Tanah Suci. Maka sejak mereka turun dari pesawat, petugas harus hadir. Bukan hanya mengarahkan, tetapi juga menenangkan, membantu, dan memastikan tidak ada jemaah yang merasa sendirian," ujar Abdul Basir, usai rakor tim MCH Daker Bandara, Sabtu (25/04/2026).
Menurutnya, sebagian besar jemaah tiba dalam kondisi lelah setelah menempuh penerbangan berjam-jam.
Tidak sedikit pula jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan khusus, baik saat keluar dari pesawat, menuju area imigrasi, menunggu bagasi, maupun saat diarahkan menuju bus keberangkatan ke hotel.
"Bagi kita mungkin proses bandara terlihat biasa. Tetapi bagi jemaah, terutama lansia, ini perjalanan besar dalam hidup mereka. Ada yang baru pertama kali naik pesawat, ada yang kelelahan, ada yang cemas mencari rombongan atau barangnya. Di situlah petugas harus bekerja dengan hati," katanya.
Setiap alur kedatangan dipantau agar jemaah dapat bergerak secara tertib, aman, dan tidak mengalami penumpukan di area layanan.
Tugas tersebut tidak ringan. Para petugas bekerja di area luar ruangan, menghadapi panas terik pada siang hari, dingin yang menusuk pada malam hari, angin kencang, serta debu yang kerap beterbangan.
Baca Juga:
Namun, Abdul Basir menekankan bahwa ketelitian tetap menjadi kunci utama.
"Barang bawaan jemaah itu bagian dari kenyamanan mereka. Ketika koper ditemukan, kursi roda tidak tertukar, atau tongkat bisa kembali kepada pemiliknya, itu mungkin terlihat sederhana. Tapi bagi jemaah, itu sangat berarti," ucapnya.
Selain aspek bagasi dan mobilitas, Daker Bandara juga memberi perhatian serius terhadap kondisi kesehatan jemaah.Hal ini sejalan dengan penegasan PPIH Pusat bahwa pemeriksaan kesehatan pada masa embarkasi harus diperketat dan tidak boleh menjadi formalitas, serta status istitaah kesehatan merupakan syarat mutlak keberangkatan jemaah haji.
Abdul Basir menegaskan, setibanya di Arab Saudi, petugas bandara tetap melakukan pengamatan terhadap kondisi jemaah, terutama yang terlihat lemah, mengalami kelelahan berlebih, atau membutuhkan bantuan medis. Bila ditemukan jemaah yang memerlukan penanganan, petugas segera berkoordinasi dengan tim kesehatan.
"Kami tidak ingin ada jemaah yang terlewat dari perhatian. Kalau ada yang tampak lemah, kebingungan, atau butuh bantuan, petugas harus responsif. Pelayanan bandara bukan hanya soal kelancaran arus kedatangan, tetapi juga keselamatan dan rasa aman serta nyaman bagi jemaah," tegasnya.
Baca Juga:Ia menambahkan, keberhasilan pelayanan di bandara sangat bergantung pada kekompakan petugas di lapangan. Setiap orang memiliki peran masing-masing, tetapi semuanya bermuara pada tujuan yang sama: memastikan jemaah tiba, bergerak, dan melanjutkan perjalanan ke hotel dengan baik.
Rela Tinggalkan Jabatan, Ribuan PNS Berebut Kesempatan Ingin Berkhidmat Melayani Tamu Allah di Kemenhaj
ARab Saudi Diserang, Harga Minyak Dunia Melonjak 2,77 Persen, Brent Nyaris Tembus US$108 per Barel
Kemenhaj Gandeng BKN Perkuat Transparansi, CAT PPIH 2027 Non Nakes Digelar Serentak 35 Titik Se-Indonesia
Kemenhaj Himbau Peserta Seleksi PPIH 2027 Tetap Tenang, Verifikasi Terus Berjalan dan CAT Digelar Dua Gelombang
Seleksi PPIH Arab Saudi 2027 Resmi Dibuka, Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Kemenhaj Buka Seleksi PPIH Arab Saudi Bidang Kesehatan 2027. Simak jadwalnya!
AI Content Fest 2026: 10 Film Kreator Indonesia Naik Layar Berkat Teknologi AI
Harga Cabai Merah Keriting di Sumut Tembus Rp80 Ribu per Kg, Medan Rp57 Ribu
Warga Terganggu, Sepeda Motor Pengguna Knalpot Racing Diamankan Polisi
Perang Iran Kuras Cadangan Amunisi AS, Pentagon Ungkap Krisis Pasokan Senjata
Calon Suami Aniaya Calon Istri, Polisi Fasilitasi Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Plt. Bupati Tiorita Bawa Langkat Studi Satu Data dan Geospasial ke Kota Bandung
Tiga Mahasiswa di Kupang Dibekuk Polisi Terkait Kasus Pengeroyokan