Dilahirkan Prematur, Orok Bayi Laki-laki di Kabupaten TTS Ditemukan Dimakan Anjing
digtara.com -Orok bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dimakan anjing.
Baca Juga:
Sebagian anggota tubuh mulai dari kepala, perut hingga tangan sudah tidak utuh lagi.
Orok tersebut dikuburkan warga pada akhir pekan lalu, namun dilaporkan ke polisi.
Aparat keamanan dari Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres TTS pun ke lokasi kejadian di halaman rumah milik BT alias Bernadus di RT 005/RW 003, Desa Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Kabupaten TTS pada Selasa (16/6/2026) untuk identifikasi dan otopsi.
Orok tersebut ternyata dilahirkan secara prematur oleh MT alias Marni (31), warga Desa Nunkolo, Kabupaten TTS.
Marni sendiri sudah memiliki seorang suami, AN alias Anton yang saat ini sudah dua tahun bekerja di Kalimantan.
Baca Juga:
Saat hamil pada bulan Desember 2025 lalu, Marni memberitahu Joni dan Joni pun siap bertanggungjawab sehingga hubungan mereka terus berlanjut.
Awal Juni 2026 lalu, Joni pamit ke Kabupaten Belu untuk bekerja sebagai buruh bangunan.
Pada Jumat (12/6/2026) malam, usai makan malam, Marni merasakan sakit perut dan bayi dalam kandungan yang baru berusia enam bulan langsung keluar.
Saat lahir, orok yang belum cukup umur ini sudah dalam keadaan meninggal dunia. Marni pun menempatkan orok di lantai ruang tamu beralaskan celana.
Ia pun beristirahat sejenak kemudian ke dapur yang terpisah dari rumah induk masak air panas untuk mandi.
Orok dibiarkan di lantai rumah induk dan Marni pun mandi. Usai mandi dan kembali ke rumah induk, Marni melihat jenazah bayi yang baru dilahirkan sudah tidak ada.
Rupanya saat ia mandi, seekor anjing masuk dan menyeret orok tersebut ke luar rumah.
Baca Juga:Marni sempat keluar mencari jenazah bayi tersebut di sekitar rumah namun tidak ditemukan.
Karena merasa pusing, ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk istirahat.
Keesokan harinya, Sabtu (13/6/2026) pagi sekitar pukul 05.30 Wita, Bernadus hendak ke kamar mandi.
Ia sempat melihat ada anjing di halaman rumahnya yang sementara makan jenazah bayi.
Setelah dari kamar mandi, ia kembali ke rumah dan mencari jenazah bayi tersebut. anjing telah membawa jenazah dari tempat awal ke belakang rumah yang jaraknya kurang lebih 10 meter.
Bernadus mengusir anjing dan memberitahu istri, LN alias Legorina agar melaporkan kepada tokoh adat Petrus Nenomataus soal penemuan jenazah bayi di belakang rumah mereka.
Baca Juga:
Lalu Bernadus menguburkan sendiri di belakang rumah karena Petrus ke kebun mengambil pakan ternak.
Sedangkan Marni pagi ke rumah Simon Affi yang merupakan kepala dusun 3 Menu, Desa Nunkolo.
Ia beralasan hendak cas handphone. Marni pun bercerita terus terang kepada Simon kalau jenazah yang ditemukan di belakang rumah Bernadus dan dimakan anjing adalah anaknya yang telah dilahirkan.
Ia mengaku merasa sakit bagian perut dan langsung melahirkan seorang diri. Saat kembali darj dapur, bayi sudah hilang dan dimangsa anjing.
Simon meminta Marni ke rumah ketua RW namun Marni meminta Simon tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada anggota Pospol Nunkolo, Polsek Amanatun Selatan pada Selasa (16/6/2026).
Polisi mengamankan barang bukti dari rumah Marni dan dari halaman lokasi jenaxah dimakamkan.
Jenazah bayi tersebut belum cukup umur atau baru berusia enam bulan. Jenazah tidak utuh karena bagian tubuh lain hilang dan kondisi sudah membusuk.
Kapolres TTS, AKBP Hendra Dorizen membenarkan kejadian ini.
"Benar, ada kejadiannya," ujar Kapolres saat dikonfirmasi pada Rabu (17/6/2026) di Polda NTT usai pelantikan Wakapolda NTT.
Kapolres menyebutkan kalau kasus ini masih ditangani pihak kepolisian.
Baca Juga:
Polisi di Selatan NKRI Sisihkan Gaji dan Remunerasi Untuk Bantu Warga Kurang Mampu
Tidak Terima Ditegur Orang Tua, Siswa SMA Di Sumba Barat Daya Akhiri Hidup Dengan Gantung Diri
Berkas Perkara Eksploitasi Seksual Anak Dibawah Umur P21, Tersangka Dilimpahkan ke Kejaksaan
Gara-gara Mangga Untuk Tolakan Miras, Pria di Sumba Timur Tewas Ditebas Dengan Parang
Kasus Penganiayaan P21, Polres Sumba Barat Serahkan Tersangka ke Kejaksaan
Mabuk Miras, Residivis di Kupang Aniaya Perempuan dan Tikam Warga
Satgas PRR Perkuat Koordinasi Penyediaan Lahan Huntap bagi Penyintas Bencana
Prediksi Tunisia vs Jepang: Samurai Biru Diunggulkan Raih Kemenangan di Laga Bersejarah Piala Dunia 2026
5 HP Gaming Rp2 Jutaan Terbaik 2026, RAM 8 GB dan Baterai Jumbo
Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Kuasai Puncak Klasemen Grup F Piala Dunia 2026
Emas ANTAM dan UBS Turun Lagi, Cek Harga di Gerai Pegadaian Hari Ini Minggu 21 Juni 2026
Harmonisasi Kemenag-Kemenhaj, Wonosobo Layak Jadi Percontohan
62 Persen Jemaah Haji Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj: Saatnya Menebar Manfaat bagi Negeri