Dokter di Kabupaten TTU Diduga Diintimidasi Oknum Anggota DPRD Hingga Trauma dan Masuk Rumah Sakit
digtara.com -Dokter Icha, salah satu dokter di rumah sakit Leona Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT mengalami intimidasi hingga trauma.
Baca Juga:
Trauma dan tekanan psikis yang dialami sampai menyebabkan dokter Icha jatuh sakit dan harus menjalani perawatan intensif.
Viktor E. Manbait, salah satu kerabat korban membenarkan kejadian ini.
Ia pun membeberkan kronologi dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha.
Dalam keterangannya pada Sabtu (20/6/2026), Viktor Manbait menjelaslan kalau pada Sabtu, 13 Juni 2026, ada seorang pasien anak korban gigitan ular dibawa keluarganya ke IGD RS Leona Kefamenanu untuk mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga:Pasien anak dirujuk dari RSUD Kefamenanu dan langsung ditangani oleh dr. Icha yang saat itu bertugas sebagai dokter jaga.
"Dalam memberikan pelayanan, dr. Icha melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter spesialis sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku," ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dan konsultasi medis dengan dokter ahli sesuai SOP, pasien belum direkomendasikan untuk diberikan vaksin tertentu.
Selain itu, RS Leona tidak memiliki stok vaksin yang diminta keluarga pasien.
Dokter Icha menjelaskan kondisi tersebut kepada keluarga pasien.
Dalam situasi tersebut, salah seorang anggota keluarga pasien berbicara dengan nada tinggi kepada dr. Icha dan mengaku sebagai anggota DPRD Kabupaten TTU.
Tidak lama kemudian, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan turut menyampaikan protes dengan nada keras.
Orang tersebut juga mengaku sebagai anggota komisi 3 DPRD Kabupaten TTU.
Dengan nada tinggi, ia menunjuk-nunjuk dokter Icha dengan keras berkata "saya Robert Tubani, anggtoa DPRD komisi tiga yang bermitra dengan Dinas Kesehatan".
Baca Juga:Dokter Icha berusaha memberikan penjelasan terkait kondisi pasien dan alasan medis yang mendasari tindakan yang diambil.
Namun, penjelasan tersebut tidak diterima sehingga dr. Icha merasa tertekan dan menangis.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan dokter Icha dengan menelepon pimpinan RS Leona.
Direktur RS Leona pun datang ke IGD untuk menenangkan situasi dan memberikan penjelasan kepada keluarga pasien bahwa tindakan medis yang dilakukan dokter Icha telah sesuai SOP dan hasil konsultasi dengan dokter spesialis.
BBM di TTU Langka Hingga Warga Mengantre, Polres TTU Awasi Dugaan Penyalahgunaan
Dua Hari Hilang dari Rumah, Pensiunan ASN di Kabupaten TTU Ditemukan Meninggal Dunia
Kasusnya Naik Sidik, Penyidik Polda NTT Kembali ke Kabupaten TTU Periksa Sejumlah Saksi Terkait Kasus Dokter Icha
IDI Dan Nakes TTU Kecewa Dengan Rekomendasi BK DPRD TTU
BK Rekomendasikan Pemberhentian Sementara Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Namun Tetap Dapat Hak Keuangan