Ancaman Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah Minta Perkuat Mitigasi yang Baik dan Kesiapsiagaan Pemerintah Daerah
digtara.com - Persediaan pangan dan pengendalian harga harus menjadi perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah di tengah cuaca ekstrem yang melanda sejumlah daerah belakangan ini.Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah berdampak pada sejumlah daerah.
Baca Juga:
"Apalagi banjir yang melanda di sejumlah daerah tersebut turut menggenangi lahan pertanian dan berpotensi menyebabkan gagal panen," ungkap Sarif, Sabtu (24/01/2026).

Baca Juga:
Pria yang akrab disapa Kakung ini menambahkan, cuaca ekstrem akibat perubahan iklim merupakan ancaman yang semakin serius bagi sektor pertanian.
"Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi merupakan risiko yang tidak dapat dihindari. Namun, dampaknya dapat diminimalkan melalui mitigasi yang baik dan kesiapsiagaan pemerintah daerah," jelas Kakung.
Apalagi, lanjut Kakung, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan mewujudkan swasembada pangan pada 2026, termasuk pencapaian target produksi padi sebesar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG).
"Pemerintah harus bisa mengatasi persoalan ancaman gagal panen yang dialami petani di sejumlah daerah. Mereka bukan hanya mengalami pengurangan keuntungan, tapi bahkan ada juga yang merugi karena sawah dan kebunnya terendam banjir," sebut legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.
Kakung pun menyambut baik langkah Gubernur Jawa TengahAhmad Luthfi yang memerintahkan kepala daerah untuk segera mengajukan asuransi gagal panen guna meminimalkan dampak bencana terhadap produksi pangan.
Baca Juga:
"Kita harus memikirkan nasib para petani yang akan kehilangan penghasilan karena produksi taninya hancur akibat banjir, sekaligus bagaimana harga kebutuhan pangan ini juga terkendali," tegasnya.
Kakung menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah maupun nasional. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) tingkat nasional mencapai 14,35%, dengan daya serap tenaga kerja sekitar 40 juta orang.
"Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa pertanian bukan hanya penopang ketahanan pangan, tetapi juga menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat," tandasnya. (San).
2.000 Pelari Padati Sukoharjo Spektakuler Run 2026, Ahmad Luthfi: Lari Sehat, UMKM Menguat
Wahid Su’udi PHD Asal Demak Ungkap Pelayanan Haji 2026 Memiliki Tantangan yang Lebih Kompleks, Sekda Jateng Minta Pelayanan Jadi Prioritas Utama
Dr KH Multazam Ahmad: Puasa Sehatkan Fisik dan Ruhani
UIN Walisongo Raih Collaborative Award 2026 dari Pemprov Jateng pada Momen Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin
Satu Tahun Kepemimpinan Luthfi-Yasin: Diuji Bencana, Didorong Investasi, Kemiskinan Turun
Sarif Kakung Minta Peran Optimal BUMD
Link DANA Kaget Terbaru 26 Juli 2026 Ramai Diburu, Benarkah Akun Reguler Bisa Klaim Saldo Gratis?
Wamenaker: PVN Siapkan SDM Sesuai Kebutuhan Dunia Usaha dan Industri
Satgas PRR Dorong Realisasi Tambahan TKD Aceh Rp1,65 Triliun, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana
10 Saham Top Leaders IHSG Pekan Ini: MPRO, BUMI hingga DSSA Jadi Penggerak Utama Bursa
Cek Harga Emas ANTAM dan UBS di Pegadaian Hari Ini Minggu 26 Juli 2026
Mobil Toyota Rush Rusak Parah Tertimpa Pohon
Polisi Amankan Dan Musnahkan Bom Rakitan Temuan Warga Adonara Timur