Selasa, 30 Juni 2026

Begini Penjelasan Politisi PDP-P Terkait Dugaan Intimidasi Terhadap Dokter Iicha

Imanuel Lodja - Senin, 29 Juni 2026 21:35 WIB
Begini Penjelasan Politisi PDP-P Terkait Dugaan Intimidasi Terhadap Dokter Iicha
net

digtara.com -Veronika Lake, anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) buka suara soal dugaan intimidasi yang diduga dilakukannya.

Baca Juga:

Politisi PDI Perjuangan ini diduga turut serta mengintimidasi dr. Icha saat bertugas di IGD Rumah sakit Leona Kefamenanu dua pekan lalu.

Ia tidak membantah soal perdebatan rekannya Therensius Lazakar (Golkar) dan Norbertus Tubani (PKB) dengan dr. Icha pada Sabtu, 13 Juni 2026 lalu di IGD Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Klarifikasi disampaikan lewat video yang dibuatnya untuk publik terkait peristiwa intimidasi terhadap dr. Icha hingga depresi berat dan ditemukan meninggal pada 26 Juni lalu.

"Pada peristiwa yang terjadi di Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu, nama saya ikut disebut dalam berbagai pemberitaan dan perbincangan di media sosial, karena itu saya merasa perlu menyampaikan kronologis berdasarkan apa yang saya alami dan saya ketahui secara langsung," kata dia membuka pernyataannya itu.

Dalam kronologis yang diungkapkannya, Veronika menyebut pada hari kejadian di 13 Juni 2026 lalu ia menumpangi kendaraan Therensius dan Nobertus yang menuju Rumah Sakit Leona setelah arisan mereka di Kecamatan Insana, TTU.

Baca Juga:
Ia juga ikut membesuk ponakan Therensius yang dipatuk ular dan sudah dirujuk ke di IGD RS Leona Kefamenanu.

"Jadi kehadiran saya di rumah sakit bukan merupakan kunjungan yang direncanakan sebelumnya. Saya ikut bersama rombongan karena kebetulan menumpangi kendaraan mereka," jelas dia.

Therensius dan Nobertus, kata dia, lebih dahulu masuk ke dalam ruangan perawatan sedangkan dia masih berdiri di depan IGD bersama istri anggota tersebut.

Ia mengakui adanya perdebatan yang sementara terjadi antara anggota PKB dan Golkar ketika masuk ke dalam IGD untuk melihat kondisi pasien anak.

Usai itu ia mengaku ikut mencecar dr. Icha dengan pertanyaan seputar standar dan operasional prosedur pelayanan terhadap pasien yang dipatuk ular.

"Ketika masuk ke dalam ruang IGD, saya melihat perdebatan berlangsung antara dua rekan saya dan dokter. Saat masuk saya berjalan menuju pasien dan melihat kondisinya. Saya kemudian ikut menanyakan bagaimana tindak lanjut penanganan terhadap pasien, standar pelayanan dan kualitas pelayanan," ungkapnya.

Ia juga mengaku sempat mengajak wartawan masuk. Tujuannya, kata dia, bukan untuk menyerang atau mengintimidasi pribadi dan personel tetapi sebagai bentuk perbaikan pada pelayanan kesehatan.

"Terkait dengan pernyataan 'panggil wartawan saja' itu saya maksudkan sebagai usulan dalam percakapan kepada salah satu rekan DPRD agar ada liputan eksternal dan investigatif terkait tranparansi pelayanan kesehatan, evaluasi, dan perbaikan kualitas kesehatan," jelas dia.

Baca Juga:
Tak lama kemudian, lanjut Veronika, manajemen rumah sakit datang dan memberi penjelasan soal prosedur penanganan terhadap pasien tersebut.

"Selanjutnya dua rekan saya berdiskusi dengan pihak rumah sakit dan saat itu permasalahan itu sudah diselesaikan dengan baik. Dua rekan saya juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada pihak manajemen Rumah Sakit Leona," kata dia.

Veronika menyebut ia siap memberi keterangan dan menghormati setiap proses yang sedang berjalan.

"Saya bersedia bekerjasama memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berwenang," tukasnya.

Sebelumnya ia meminta maaf atas perbuatannya dan berbelasungkawa atas kepergian dr. Icha melalui video tersebut.

"Melalui video ini, dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya dr. Icha. Semoga beliau diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditingggalkan," kata dia.

Ketua DPRD Kristo Efi secara terpisah meminta maaf atas peristiwa yang telah menimpa dr. Icha.

Ia menegaskan pihaknya mendukung keluarga mengusut kasus ini untuk memberi keadilan bagi dokter kelulusan Universitas Nusa Cendana tahun 2016 ini.

"Kami DPRD, karena sudah ada laporan dari keluarga, kami akan memproses itu dengan terbuka, transparan, akuntabel, agar keluarga menerima keadilan seadil-adilnya. Kepada keluarga, langkah-langkah proses hukum yang akan dilakukan keluarga akan kami dukung," ujarnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Dua Anggota Dewan TTU Diduga Miras Saat Intimidasi Dokter Icha

Dua Anggota Dewan TTU Diduga Miras Saat Intimidasi Dokter Icha

Berduka Atas Kematian Dokter Icha, Ratusan Nakes Dan Warga Gelar Doa Bersama Dan Bakar Lilin Depan Kantor DPRD TTU

Berduka Atas Kematian Dokter Icha, Ratusan Nakes Dan Warga Gelar Doa Bersama Dan Bakar Lilin Depan Kantor DPRD TTU

Meninggal di Rumahnya, Polres Kupang Olah TKP Penemuan Dokter Icha Meninggal di Baumata Barat

Meninggal di Rumahnya, Polres Kupang Olah TKP Penemuan Dokter Icha Meninggal di Baumata Barat

Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin

Dampak Kematian Dokter Icha, Polisi Intensifkan Penyelidikan Dan Warga Gelar Aksi Seribu Lilin

Keluarga Desak Tanggung Jawab Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Atas Kematian Dokter Icha

Keluarga Desak Tanggung Jawab Tiga Anggota DPRD Kabupaten TTU Atas Kematian Dokter Icha

Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter

Ini Penjelasan Anggota DPRD Kabupaten TTU Yang Diduga Intimidasi Dokter

Komentar
Berita Terbaru