Rabu, 29 Juli 2026

Tanah Longsor Sumut 24 April 2026, Akses Jalan Nias Selatan dan Tapanuli Utara Terganggu

Arie - Jumat, 24 April 2026 14:55 WIB
Tanah Longsor Sumut 24 April 2026, Akses Jalan Nias Selatan dan Tapanuli Utara Terganggu
suara.com
Longsor menutup badan jalan lintas nasional Tarutung-Sipirok Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

digtara.com -Bencana tanah longsor kembali terjadi di wilayah Sumatera Utara pada Kamis, 23 April 2026. Peristiwa ini melanda dua daerah sekaligus, yakni Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara, yang menyebabkan gangguan pada akses jalan vital masyarakat.

Baca Juga:

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara, longsor terjadi di Kecamatan Fanayama dan Kecamatan Simangumban.

Akses Jalan Terganggu hingga Terputus

Dampak longsor cukup signifikan, terutama terhadap infrastruktur jalan. Di Nias Selatan, akses menuju Jalan Sorake sempat terdampak material longsoran. Sementara di Tapanuli Utara, jalan nasional Tarutung–Sipirok dilaporkan terputus sepanjang kurang lebih 15 meter.

Baca Juga:
Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik di kedua wilayah tersebut.

Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Utara, Sri Wahyuni Pancasilawati, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka akibat kejadian tersebut.

"Berdasarkan laporan, korban luka maupun korban meninggal dunia dan pengungsi nihil," ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Penanganan dan Pembersihan Masih Berlangsung

Pemerintah daerah bersama BPBD dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah penanganan di lokasi terdampak, termasuk pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan.

Saat ini, kondisi di Nias Selatan dilaporkan sudah kembali bisa dilalui. Sementara itu, di Tapanuli Utara proses pembersihan masih terus dilakukan agar akses jalan nasional dapat segera normal kembali.

Baca Juga:
Imbauan Waspada Cuaca Ekstrem

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Wilayah perbukitan dan jalur rawan longsor di Sumatera Utara diharapkan tetap siaga, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur dalam waktu lama.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Layani 178.766 Penumpang hingga Akhir Juni

Libur Sekolah, Bandara Kualanamu Layani 178.766 Penumpang hingga Akhir Juni

Satgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana, Penyintas Diminta Tak Terlalu Lama Menunggu

Satgas PRR Dorong Percepatan Pemulihan Pascabencana, Penyintas Diminta Tak Terlalu Lama Menunggu

Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

Satgas PRR Dorong Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Aceh

Belasan Tower PLN di Sumut Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Pemadaman Bergilir Berlaku di Lima Wilayah

Belasan Tower PLN di Sumut Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Pemadaman Bergilir Berlaku di Lima Wilayah

Remaja di Labusel Tewas Diduga Ditikam Ayah dan Anak, Dipicu Masalah WhatsApp

Remaja di Labusel Tewas Diduga Ditikam Ayah dan Anak, Dipicu Masalah WhatsApp

Rapat TIMPORA Sumut 2026 Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Pengungsi di Sumatera Utara

Rapat TIMPORA Sumut 2026 Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Pengungsi di Sumatera Utara

Komentar
Berita Terbaru