Sabtu, 17 Januari 2026

Pembersihan Lahan HGU PT Kharisma Sikka Diwarnai Penghadangan Oleh Masyarakat Adat

Imanuel Lodja - Rabu, 03 Desember 2025 13:00 WIB
Pembersihan Lahan HGU PT Kharisma Sikka Diwarnai Penghadangan Oleh Masyarakat Adat
ist
Aparat keamanan mengamankan lokasi lahan yang bersengketa antara masyarakat adat dan PT Kharisma Sikka

digtara.com -Proses pembersihan dan pembajakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Krisrama di kawasan Wairhek, Desa Likong Gete, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada Senin (1/12/2025), sempat memanas.

Baca Juga:

Hal ini terjadi setelah aksi penghadangan hingga pelemparan batu oleh kelompok masyarakat adat.

Aparat keamanan Polsek Waigete bergerak cepat melakukan pengamanan sehingga situasi dapat dikendalikan.

Kegiatan diawali apel konsolidasi pukul 09.00 Wita di Kapela Nangahale yang dipimpin Kapolsek Waigete, Iptu I Wayan Artawan.

Baca Juga:
Usai apel, rombongan penggarap menuju lokasi lahan HGU untuk melakukan pembersihan dan pembajakan.

Namun, sekitar pukul 11.00 Wita, masyarakat adat yang dikordinir oleh pendamping hukum Antonius Johanes Balla melakukan penghadangan terhadap rombongan alat bajak berupa traktor di ruas jalan Trans Maumere–Larantuka, tepatnya di perbatasan Wairhek–Likong Gete. Aksi ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Personel Polsek Waigete memberikan imbauan dan pemahaman kepada massa sehingga arus lalulintas bisa kembali normal.

Meski demikian, 10 unit traktor yang ikut dalam rombongan akhirnya dipulangkan ke Maumere.

Sementara itu, pembersihan lahan tetap berjalan dengan melibatkan sekitar 50 orang pekerja menggunakan dua unit sensor, melakukan penebangan pepohonan dan tanaman pisang di lokasi HGU.

Baca Juga:
Ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 14.00 Wita, ketika masyarakat adat melakukan aksi protes terhadap pembersihan tersebut.

Situasi memanas setelah terjadi pelemparan batu ke arah para pekerja.

Kapolsek Waigete bersama anggota dan didukung Koramil 1603-02 Talibura bertindak cepat meredam aksi sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sekitar pukul 14.30 Wita, pembersihan dihentikan karena situasi dinilai tidak kondusif.

Pukul 15.00 Wita, dilakukan rapat evaluasi darurat di halaman Kapela Nangahale, dihadiri Asisten II Setda Sikka, Dra Konstantia Tupa Arankoja. Camat Waigete, Camat Waiblama, dan Camat Talibura, Kapolsek Waigete, Iptu I Wayan Artawan, Danramil 1603-02 Talibura, Direktur PT Krisrama, Romo Aloysius Ndate. Ketua Kuasa Hukum PT Krisrama, Romo Epy Valerimo.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kelompok Pemuda di Alor-NTT Sepakat Berdamai

Kelompok Pemuda di Alor-NTT Sepakat Berdamai

Tiga Bulan Kabur ke Batam, Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur diamankan di Adonara Timur

Tiga Bulan Kabur ke Batam, Pelaku Persetubuhan Anak Dibawah Umur diamankan di Adonara Timur

Rumah Warga di Fatuleu Barat-Kupang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Rumah Warga di Fatuleu Barat-Kupang Rusak Diterjang Angin Puting Beliung

Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten

Polres Sumba Timur dan Sumba Barat Daya Ungkap Sindikat Curanmor Antar Kabupaten

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Pingsan Saat Berkendara, Penumpang Sepeda Motor di Kupang Ditolong Polantas ke Rumah Sakit

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Terima 984 Laporan Polisi Selama Tahun 2025, Polres TTS Tuntaskan 55 Persen Kasus

Komentar
Berita Terbaru