Selasa, 03 Maret 2026

Pembersihan Lahan HGU PT Kharisma Sikka Diwarnai Penghadangan Oleh Masyarakat Adat

Imanuel Lodja - Rabu, 03 Desember 2025 13:00 WIB
Pembersihan Lahan HGU PT Kharisma Sikka Diwarnai Penghadangan Oleh Masyarakat Adat
ist
Aparat keamanan mengamankan lokasi lahan yang bersengketa antara masyarakat adat dan PT Kharisma Sikka

digtara.com -Proses pembersihan dan pembajakan lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Krisrama di kawasan Wairhek, Desa Likong Gete, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, pada Senin (1/12/2025), sempat memanas.

Baca Juga:

Hal ini terjadi setelah aksi penghadangan hingga pelemparan batu oleh kelompok masyarakat adat.

Aparat keamanan Polsek Waigete bergerak cepat melakukan pengamanan sehingga situasi dapat dikendalikan.

Kegiatan diawali apel konsolidasi pukul 09.00 Wita di Kapela Nangahale yang dipimpin Kapolsek Waigete, Iptu I Wayan Artawan.

Baca Juga:
Usai apel, rombongan penggarap menuju lokasi lahan HGU untuk melakukan pembersihan dan pembajakan.

Namun, sekitar pukul 11.00 Wita, masyarakat adat yang dikordinir oleh pendamping hukum Antonius Johanes Balla melakukan penghadangan terhadap rombongan alat bajak berupa traktor di ruas jalan Trans Maumere–Larantuka, tepatnya di perbatasan Wairhek–Likong Gete. Aksi ini menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Personel Polsek Waigete memberikan imbauan dan pemahaman kepada massa sehingga arus lalulintas bisa kembali normal.

Meski demikian, 10 unit traktor yang ikut dalam rombongan akhirnya dipulangkan ke Maumere.

Sementara itu, pembersihan lahan tetap berjalan dengan melibatkan sekitar 50 orang pekerja menggunakan dua unit sensor, melakukan penebangan pepohonan dan tanaman pisang di lokasi HGU.

Baca Juga:
Ketegangan kembali terjadi sekitar pukul 14.00 Wita, ketika masyarakat adat melakukan aksi protes terhadap pembersihan tersebut.

Situasi memanas setelah terjadi pelemparan batu ke arah para pekerja.

Kapolsek Waigete bersama anggota dan didukung Koramil 1603-02 Talibura bertindak cepat meredam aksi sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Sekitar pukul 14.30 Wita, pembersihan dihentikan karena situasi dinilai tidak kondusif.

Pukul 15.00 Wita, dilakukan rapat evaluasi darurat di halaman Kapela Nangahale, dihadiri Asisten II Setda Sikka, Dra Konstantia Tupa Arankoja. Camat Waigete, Camat Waiblama, dan Camat Talibura, Kapolsek Waigete, Iptu I Wayan Artawan, Danramil 1603-02 Talibura, Direktur PT Krisrama, Romo Aloysius Ndate. Ketua Kuasa Hukum PT Krisrama, Romo Epy Valerimo.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Warga Demo Soal Perilaku Pengunjung TN Mutis, BBKSDA NTT Beri Sejumlah Penjelasan

Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang

Rumah Terbakar di Sumba Barat Daya, Satu Warga Dianiaya dengan Parang

Mahasiswa di Manggarai-NTT Todong Sajam dan Gasak Barang Dalam Kios

Mahasiswa di Manggarai-NTT Todong Sajam dan Gasak Barang Dalam Kios

IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami

IRT di Malaka-NTT Melahirkan dalam Kondisi Tangan Luka Parah Ditebas Suami

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Korban Pencabulan Oleh Piche Kota Cs Tolak Pendampingan LPSK

Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Siswi SMP di Sikka Ternyata Diperkosa Dan Dibunuh Kakak Kelasnya

Komentar
Berita Terbaru