Jatuh Dari Perahu, Bocah di Sabu Raijua Ditemukan Meninggal Dunia
digtara.com -Seorang bocah berusia 10 tahun di Kabupaten Sabu Raijua, NTT jatuh dari atas perahu saat melaut pada Sabtu (4/10/2025).
Baca Juga:
Korban HKL (10) ditemukan pada Sabtu petang dalam keadaan meninggal dunia.
Jenazah pelajar asal Desa Bodae, Kecamatan Sabu Timur ini ditemukan warga di laut sekitar 200 meter dari bibir pantai Desa Bodae, Kecamatan Sabu Timur.
Baca Juga:Pada Sabtu pagi, Adrianus Dawa (42), warga Desa Bodae, Kecamatan Sabu Timur meminjam sepeda motor milik Ikabod Kaho Ludji, orang tua korban untuk melaut.
Ikabod pun menyuruh dua anaknya, korban dan adiknya Ezra Kaho Ludji (9) untuk ikut serta untuk membantu membuang air dalam perahu.
Adrianus, korban dan Ezra pergi ke perahu menggunakan gabus karena perahu ada di tengah laut.
Selang beberapa waktu, ombak menghatam perahu tersebut sehingga air masuk di dalam perahu.
Kemudian disusul ombak kedua yang lebih besar sehingga air masuk dalam perahu dan mesin langsung mati.
Baca Juga:Adrianus sempat jatuh di laut, lalu naik kembali ke perahu dan berusaha menghidupkan mesin.
Setelah mesin dapat dihidupkan, Adrianus mendengar suara minta tolong dari adik korban (Ezra) yang pada saat itu ikut terjatuh di laut yang jaraknya dengan perahu sekitar 10 meter.
Adrianus mengambil haluan untuk mendekati Ezra dan membantunya naik di perahu
Karena korban tidak kelihatan, Adrianus pun sempat mencari dengan berputar di sekitar TKP ombak tersebut sekitar 30 menit.
Karena Ezra terus menangis terus dan minta pulang maka Andreanus langsung mengarahkan perahunya menuju tempat awal.
Baca Juga:Ia pun ke rumah korban menyampaikan kejadian ini.
Warga sekitar bersama-sama turun ke pantai dan ke laut mencari korban menggunakan perahu.
Dokter Puskesmas Bolou bersama anggota Identifikasi, Kanit Pidum Polres Sabu Raijua dan Kanit Reskrim Polsek Sabu Timur melakukan pemeriksaan visum luar terhadap korban.
"Tidak dtemukan tanda kekerasan pada korban. Korban murni meninggal karena terjatuh dari perahu," ujar Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis melalui Kasat Reskrim, Iptu Deflorintus M. Wee pada Senin (6/10/2025).
Baca Juga:Kapolsek Sabu Timur, Ipda Daniel Fia dan anggota turun TKP.
Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak dilanjutkan ke proses hukum.
Keluarga korban kemudian membuat surat pernyataan penolakan otopsi.
Tiga Warga TTU Disekap dan Dianiaya di Malaka
Hujan Deras Rendam Sejumlah Rumah di Belu dan Lahan Pertanian Tergenang Air
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam
Pukul Warga Tanpa Sebab dan Video Viral di Medsos, Warga Batuplat-Kupang Diamankan Resmob Polda NTT
LBH APIK NTT Minta Polisi Tidak Main-Main Dengan Kejahatan Terhadap Perempuan dan Anak