Kamis, 09 Juli 2026

Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam

Imanuel Lodja - Senin, 23 Februari 2026 06:06 WIB
Sejumlah Remaja Pria di Flores Timur-NTT Jadi Korban Pencabulan Sesama Jenis dengan Ancaman Benda Tajam
net
Ilustrasi.

digtara.com -Sebanyak delapan orang remaja pria di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, NTT dicabuli oleh seorang pria dewasa.

Baca Juga:

Aksi cabul sesama jenis ini dilakukan M alias Mus warga Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Mus melakukan aksinya sejak Oktober 2025 lalu di rumah SG alias Saiful dan baru terungkap saat ini.

Dalam aksinya, M menjanjikan korban untuk mentraktir makan.

Baca Juga:
Namun adapula korban yang sengaja diajak ke rumah pelaku, dan diancam dengan menggunakan pisau agar korban mau melayani nafsu pelaku.

Para korban pria rata-rata berusia 14-17 tahun dan merupakan siswa SMP dan SMA di Kecamatan Adonara Timur.

Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra yang dikonfirmasi pada Sabtu (21/2/2026) malam tidak membantah kejadian ini.

"Kami cek dulu. Sementara dalam proses," ujar Kapolres Flores Timur.

Kasus ini dilaporkan NJA, orang tua salah satu korban ke Polsek Adonara Timur.

NJA, buruh yang juga warga Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur melaporkan ke SPKT Polsek Adonara Timur terkait tindak pidana pelecehan seksual yang dialami korban ARN Cs.

Baca Juga:
NJA mengaku kalau beberapa waktu lalu ia mendengar cerita dari istrinya yang melaporkan kalau anak mereka ARN telah dicabuli oleh terlapor Mus dengan cara terlapor menghisap alat kelamin korban.

Informasi ini makin diperkuat dengan pengakuan korban ARN kalau ia telah dicabuli terlapor di rumah SG alias Saiful sskitar bulan Oktober 2025 lalu.

Dari pengakuan ARN ini terungkap kalau korban bukan hanya ARN namun ada sejumlah remaja pria lainnya juga menjadi korban pencabulan dari terlapor.

Delapan korban pencabulan oleh terlapor yakni ARN (17), IP (14), AM (16), MF (14), NHR (14), MA (14), IS (14) dan NI (17.

Para pelajar pria ini berasal dari Lamahala Jaya dan Waiwerang, Kabupaten Flores Timur.

Terlapor sengaja mengajak korban untuk makan di warung dan seluruh biaya dibayar korban.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang

Sejumlah Bangunan Gudang di Kota Kupang Terbakar

Sejumlah Bangunan Gudang di Kota Kupang Terbakar

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Polda NTT Limpahkan Tersangka Eksploitasi Seksual Anak ke Kejaksaan

Warga Sumba Tengah Dibacok Parang Hingga Meninggal Dunia

Warga Sumba Tengah Dibacok Parang Hingga Meninggal Dunia

Berkas Lengkap, Tersangka Percobaan Pembunuhan di Sumba Timur Diserahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Tersangka Percobaan Pembunuhan di Sumba Timur Diserahkan ke Kejaksaan

Gudang Sekolah SDK Don Bosco 2 dan 4 Kupang Terbakar

Gudang Sekolah SDK Don Bosco 2 dan 4 Kupang Terbakar

Komentar
Berita Terbaru