Kamis, 27 Agustus 2026

Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang

Imanuel Lodja - Sabtu, 21 Februari 2026 14:45 WIB
Dua Pekan Lebih Diamankan di Rote Ndao, WNA Uganda Dibawa ke Imigrasi Kupang
ist
Penyidik Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao menyerahkan WNA Uganda kepada pihak Imigrasi Kupang pada Sabtu (21/2/2026) petang

digtara.com -RMM alias Ronal (40), Warga Negara Asing (WNA) asal negara Uganda sudah dua pekan lebih diamankan di Polres Rote Ndao

Baca Juga:

Ronal diamankan sejak Senin (2/2/2026) di pantai Sanama, Desa Fuafun, Kabupaten Rote Ndao.

Sabtu (21/2/2026), Ronal dibawa ke kantor Imigrasi Kupang untuk penanganan masalah keimigrasian.

Ia diberangkatkan dari Rote Ndao dengan kapal cepat dan dikawal anggota Unit Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao. Aipda Franklyn R. RAtu Radja.

Baca Juga:
Begitu tiba di pelabuhan Tenau, Kota Kupang, Ronal yang mengantongi nomor pasport A0017084 ini langsung dibawa ke kantor Imigrasi Kupang.

Ronal pun diserahkan ke pihak Imigrasi setelah terlebih dahulu dilakukan penyelesaian administrasi oleh penyidik unit Tipidter Satreskrim Polres Rote Ndao.

Polres Rote Ndao sendiri masih menangani dugaan kasus penipuan yang dialami Ronal dan diduga dilakukan V.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti terkait dugaan kasus penipuan ini.

Namun karena Ronal adalah WNA maka proses keimigrasian diserahkan ke pihak Imigrasi apalagi diperoleh informasi kalau masa tinggal Ronal hanya berlaku hingga Maret 2026.

Dalam keterangannya kepada polisi di Polres Rote Ndao, Ronal mengaku masuk ke Australia tidak melalui jalur resmi karena tidak memiliki uang yang cukup untuk berangkat ke Australia sehingga memilih melalui jalur ilegal.

Baca Juga:
Ia mengaku pergi ke negara Australia karena ada salah satu keluarganya yang tinggal di Kota Perth-Australia.

Selain itu ia terpaksa datang ke Indonesia untuk perlindungan diri.

Ronal beralasan kalau negaranya ingin membunuh mereka karena masalaj tanah.

Tanah milik mereka berada di daerah perbatasan yang diklaim oleh Uganda dan Yordania Selatan karena di tanah tersebut terdapat kandungan emas didalamnya, sehingga terjadi perang besar-besaran untuk memperebutkan wilayah tersebut.

Warga yang tinggal di lokasi tersebut ingin dihancurkan dan dimusnahkan. Ia mengaku sudah banyak warga mati dibunuh.

Pada 20 November 2025 lalu, Ronal berangkat dari negara asalnya Uganda-Afrika ke Malaysia dan tinggal selama kurang lebih 3 minggu

Baca Juga:
Awal Desember 2025, ia berangkat dari Malaysia ke Indonesia dan masuk melalui Bandar Udara Ngurah Rai Bali dan tinggal selama dua hari di Bali.

Masih di awal bulan Desember, Ronal berangkat dengan bus ke Jakarta dan tinggal selama empat hari di Jakarta.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Donasi Posko Peduli Kemanusiaan Berakhir, Polres Rote Ndao Kirim Bantuan ke Flores

Donasi Posko Peduli Kemanusiaan Berakhir, Polres Rote Ndao Kirim Bantuan ke Flores

Terungkap Lansia Perempuan Yang Ditemukan Meninggal di Rote Ndao Ternyata Ditanduk Rusa

Terungkap Lansia Perempuan Yang Ditemukan Meninggal di Rote Ndao Ternyata Ditanduk Rusa

Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda di Kupang Jalani Proses Hukum

Hamili Anak Dibawah Umur, Pemuda di Kupang Jalani Proses Hukum

Kasus Laka Lantas, Satlantas Polresta Kupang Kota Limpahkan Tersangka ke Kejaksaan

Kasus Laka Lantas, Satlantas Polresta Kupang Kota Limpahkan Tersangka ke Kejaksaan

Lansia Perempuan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dalam Selokan Kering Dengan Tubuh Penuh Luka

Lansia Perempuan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal Dalam Selokan Kering Dengan Tubuh Penuh Luka

Buntut Vonis 15 Tahun Kasus Kematian Tian Bokol, Fasilitas Pengadilan dan Rumah Saksi Dihancurkan Massa dan Keluarga Terdakwa

Buntut Vonis 15 Tahun Kasus Kematian Tian Bokol, Fasilitas Pengadilan dan Rumah Saksi Dihancurkan Massa dan Keluarga Terdakwa

Komentar
Berita Terbaru