Mahasiswa Poltekes Kupang Coba Bunuh Diri di Jembatan Liliba
Ia kemudian mencoba menghubungi korban melalui handphonenya dan korban membalas dengan pesan WhatsApp yaitu "SOS".
Baca Juga:
Kemudian Julianus menanyakan posisi korban dan korban menjawab bahwa sedang terjatuh di bawah jembatan liliba.
Julianus pun langsung menuju jembatan Liliba dan meminta bantuan pekerja proyek jembatan liliba untuk mengecek keberadaan korban.
Pekerja proyek jembatan Liliba menemukan korban di bawah jembatan Liliba.
Julianus dan petugas proyek dan serta anggota lantas mengevakuasi korban menggunakan mobil proyek ke RSUD SK. Lerik Kupang.
Kapolsek Oebobo, AKP Ricky Dally, SH yang dikonfirmasi Senin (22/1/2024) membenarkan kejadian ini.
Kapolsek menyebutkan kalau orang tua korban mengakui bahwa korban pada usia 2 tahun mengalami penyakit autis yaitu gangguan pada sistem saraf yang mempengaruhi perilaku yaitu mengganggu kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi.
"Tapi korban sudah berobat selama enam bulan di RS. dr. Sutomo Surabaya sampai akhirnya bisa fokus atau membaik," tandas Kapolsek.
Diduga kalau korban melakukan aksi nekatnya karena stres karena mempunyai beban tugas kuliah yang diberikan oleh dosen untuk membuat makalah sebanyak 100 halaman dalam 1 hari dan kemungkinan belum bisa mengikuti PKL.
Korban mengalami luka pada bagian dahi sebelah kiri dan mengeluh sakit pada bagian rusuk sebelah kiri.
Bayi Perempuan Dalam Kardus Ditemukan Dalam Hutan
14 WNA Uzbekistan Over Stay, Kantor Imigrasi Dalami Dugaan TPPM
Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD NTT, Dokter dan Nakes di Kupang Minta Pecat Tiga Anggota DPRD TTU
Tidak Bisa Bayar Ganti Rugi, Tersangka Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang Siap Jalani Proses Hukum
Ini Duduk Perkara Yang Menjerat Mantan Pimpinan Universitas San Pedro Kupang