Rabu, 14 Oktober 2026

Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal

Imanuel Lodja - Rabu, 14 Oktober 2026 12:45 WIB
Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal
ist
Kapal Wisata Tenggelam, Polisi Periksa Kru Kapal

digtara.com -Kapal wisata jenis open deck diving, KM Feronia (GT 51), mengalami kecelakaan laut hingga terbalik dan tenggelam di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (13/10/2026) sore sekitar pukul 14.30 WITA.

Baca Juga:

Insiden tersebut mengakibatkan seorang Dive Master berkewarganegaraan Indonesia, Veronica Beatrix Jessica masih dilakukan pencarian.

Korban diduga terjebak di dalam kamar mandi kapal yang terkunci saat kapal terbalik.

Sementara itu, puluhan penumpang dan kru kapal berhasil dievakuasi, meski tiga wisatawan asing diantaranya mengalami luka-luka.

"Satu orang masih dalam proses pencarian dan puluhan penumpang lainnya telah dievakuasi ke Labuan Bajo. Kami sementara fokus melakukan pencarian korban yang belum ditemukan," ungkap Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung pada Selasa malam.

Berdasarkan data dari Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, kapal bertolak dari perairan Manta Point menuju Perairan Tatawa Besar dengan kecepatan sekitar 10 knot.

Baca Juga:
Saat mendekati lokasi kejadian—sekitar 15 meter dari titik pusaran arus deras—Nahkoda kapal, Isran, menurunkan kecepatan menjadi 8 knot.

Namun, saat mulai memasuki pusaran arus, kapal mendadak berbalik arah, hilang kendali, dan seketika terbalik ke sisi kiri sebelum akhirnya tenggelam di titik koordinat 8°31'11.4"S 119°36'02.1"E.

Seketika para penumpang dan kru berhamburan melompat ke laut. Kru kapal sempat membentangkan liferaft (perahu karet darurat) untuk menyelamatkan para wisatawan yang terapung.

Namun, Veronica Beatrix Jessica diketahui sedang berada di dalam toilet sebelah kiri kapal saat insiden terjadi.

"Korban berada di dalam toilet dalam posisi pintu terkunci dari dalam. Ketika kapal mendadak terbalik ke arah kiri, korban tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut tenggelam bersama lambung kapal," jelas Kasat.

Proses pertolongan awal dibantu oleh dua perahu cepat (speedboat) yang melintas di sekitar lokasi kejadian, yakni Speedboat Red Whale dan Speedboat Mac Cruise. Kedua speedboat tersebut membawa para korban selamat menuju Labuan Bajo.

"Beruntung ada dua kapal yang melewati lokasi kejadian sehingga cepat memberikan pertolongan pertama terhadap para korban kapal naas itu sebelum dibantu Tim SAR gabungan," kata Kasat Polairud.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Manggarai Barat, Ditpolairud Polda NTT, Ditpolairud Baharkam Polri (KP. Bima 7014), Basarnas, KSOP/KPLP Labuan Bajo, dan Lanal Labuan Bajo mengerahkan unit Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju lokasi pada pukul 15.30 WITA.

Tim SAR Gabungan langsung menyisir permukaan air di sekitar titik tenggelamnya kapal. Namun hingga pukul 17.30 WITA, korban belum berhasil ditemukan.

Baca Juga:
"Pencarian tahap pertama terpaksa kami hentikan sementara menjelang petang lantaran jarak pandang dan pencahayaan yang mulai menurun di lokasi. Tim beserta seluruh korban selamat telah tiba kembali di Labuan Bajo pukul 18.10 WITA dengan aman," paparnya.

Tiga penumpang yang mengalami luka-luka di antaranya William Barnet (luka di bagian kepala), Teagans Monks (luka di bagian kaki), dan Yannick Wassmer (luka lecet pada kaki).

Ketiganya langsung dilarikan untuk mendapat perawatan medis setibanya di darat.

"Ketiga korban luka merupakan warga negara asing dan sementara sedang mendapatkan perawatan medis intensif. Kemudian korban yang masih dalam proses pencarian adalah WNI," tutur Iptu Leonardo.

Hasil analisis awal kepolisian menunjukkan cuaca di perairan TNK saat kejadian tergolong teduh tanpa gelombang tinggi.

Namun, karakteristik perairan Tatawa Besar memang memiliki pusaran arus air yang sangat kuat.

Baca Juga:
Selain faktor alam, polisi mengidentifikasi adanya potensi kendala pada konstruksi kapal.

KM Feronia memiliki lambung yang relatif pendek dan kecil, tetapi ditopang struktur bangunan kabin yang cukup tinggi. Hal ini membuat kapal menjadi sangat labil saat dihantam pusaran arus kuat.

"Pihak Kepolisian tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian atau human error dari pihak Nahkoda yang kurang memperhitungkan kestabilan konstruksi kapal saat memotong atau melintasi jalur pusaran arus," tegasnya.

Total kerugian material akibat tenggelamnya kapal wisata ini ditaksir mencapai Rp 1 miliar.

Sebagai langkah penegakan hukum, Polres Manggarai Barat telah menerbitkan laporan polisi model A.

Penyidik akan melakukan pemeriksaan maraton terhadap Nahkoda (Isran), Kepala Kamar Mesin/KKM (Irwandi), serta tiga ABK lainnya (Falens Tinus Gordi, Wihelmus, dan Rupertus Raman). Polisi juga menjadwalkan pemanggilan terhadap agen pelayaran dan pemilik kapal.

Pencarian terhadap Veronica Beatrix Jessica dilanjutkan kembali oleh Tim SAR Gabungan pada Rabu (14/10/2026) pagi.

"Terkait korban yang belum ditemukan, Rabu pagi akan kita lakukan pencarian kembali. Kami akan berusaha semaksimal mungkin bersama unsur SAR terkait untuk menemukan korban dalam keadaan apapun," tutup Iptu Leonardo.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo

Tim SAR Gabungan Lakukan Penyisiran dan Penyelaman Dalam Operasi Hari Kedua Tenggelamnya KM Feronia di Labuan Bajo

Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan

Rumah Lansia di Manggarai Barat Terbakar, Polisi Salurkan Bantuan

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian

Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Tatawa Labuan Bajo, 29 Orang Selamat dan Satu Penumpang Dalam Pencarian

Kasus Pungli Kades di Manggarai Barat di SP3 Polisi Dan Dilimpahkan ke Inspektorat

Kasus Pungli Kades di Manggarai Barat di SP3 Polisi Dan Dilimpahkan ke Inspektorat

Sertijab Wakapolres Manggarai Barat, AKP Sandy Pratama Putra Gantikan Kompol Martinus Pake

Sertijab Wakapolres Manggarai Barat, AKP Sandy Pratama Putra Gantikan Kompol Martinus Pake

Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi

Komentar
Berita Terbaru