Ketua LP Ma’arif NU Jateng Soroti Tata Kelola Pendidikan NU, Dorong Integrasi Lewat SISDIKNU
digtara.com - Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah, Dr. H. Fakhruddin Karmani, S.Pd.I., M.S.I., menyoroti tata kelola pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) yang masih terfragmentasi. Ia mendorong transformasi dan integrasi sistem pendidikan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang terpadu dan berkelanjutan.
Baca Juga:
- Ketua LP Ma'arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Perihal Larangan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan untuk MBG
- Gandeng 19 Media Massa, Ma'arif Jateng Komitmen Bangun Ekosistem Pendidikan Karakter Berbasis Digital
- Viral Surat Undangan Bimtek Pembelajaran Mendalam Region Jawa Tengah 2 Hanya Libatkan Muhammadiyah, Ketua Maa'rif NU Jateng Fakhruddin Karmani: Kemendikdasmen Bukan Milik Ormas Tertentu
Hal tersebut disampaikan Fakhruddin saat menjadi narasumber utama dalam Seminar Pendidikan bertajuk "Transformasi dan Integrasi Tata Kelola Pendidikan Ma'arif NU" di Hall Babussalam NU Temanggung, Selasa (13/10/2026).
Seminar yang digelar LP Ma'arif NU PCNU Temanggung itu merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus Harlah ke-97 Lembaga Pendidikan Ma'arif NU.
Dalam pemaparannya, Fakhruddin menjelaskan, satuan pendidikan NU selama ini masih berjalan secara mandiri dengan standar tata kelola yang bervariasi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan pembenahan agar seluruh lembaga pendidikan memiliki arah dan tujuan yang selaras.
Menurutnya, transformasi pendidikan NU harus diarahkan pada pembentukan ekosistem pembelajaran terpadu yang berlandaskan nilai Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah.
Fakhruddin menegaskan, implementasi Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13 Tahun 2023 tentang Sistem Pendidikan Nahdlatul Ulama (SISDIKNU) menjadi salah satu landasan penting dalam mewujudkan integrasi tersebut.
Baca Juga:
Melalui sistem ini, penyelenggaraan pendidikan NU diharapkan berjalan sesuai kewenangan masing-masing lembaga, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi.
Muslimat NU berperan dalam bidang pendidikan anak usia dini, LP Ma'arif NU pada pendidikan dasar dan menengah, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) NU pada pendidikan pesantren dan keagamaan, serta Lembaga Perguruan Tinggi NU (LPTNU) pada pendidikan tinggi.
Pembagian kewenangan tersebut diharapkan membentuk jalur pendidikan NU sepanjang hayat sekaligus memperkuat identitas ke-NU-an di setiap jenjang pendidikan.
Tekankan Pembenahan Tata Kelola
Fakhruddin juga memaparkan sejumlah regulasi turunan yang menjadi pedoman pengelolaan pendidikan Ma'arif NU, di antaranya SK LP Ma'arif NU PBNU Nomor 147 Tahun 2025 tentang Pedoman Tata Kelola LP Ma'arif NU, Nomor 139 Tahun 2025 tentang Pedoman Sistem Data dan Layanan Administrasi, serta Nomor 680 Tahun 2024 tentang Pedoman Kurikulum Aswaja NU.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan peran Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (BPPPMNU).
Dalam skema tata kelola tersebut, pembentukan BPPPMNU dan pengangkatan kepala satuan pendidikan menjadi kewenangan pengurus NU sesuai tingkatannya, melalui mekanisme seleksi dan penilaian yang dilakukan secara transparan oleh LP Ma'arif NU.
Adapun pengangkatan dan pemberhentian guru serta tenaga kependidikan dilakukan oleh BPPPMNU berdasarkan persetujuan tertulis dari LP Ma'arif NU.
Selain pembenahan kelembagaan, Fakhruddin turut menekankan pentingnya penguatan ideologi Aswaja An-Nahdliyah, digitalisasi layanan pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan kualitas pembelajaran.
Kelola Ribuan Satuan Pendidikan
Baca Juga:
Dalam kesempatan itu, Fakhruddin memaparkan capaian LP Ma'arif NU Jawa Tengah hingga tahun pelajaran 2026/2027. Organisasi tersebut tercatat menaungi 4.394 satuan pendidikan, didukung 55.727 guru, dan membina 562.839 murid.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.577 merupakan madrasah dan 664 lainnya sekolah umum maupun sekolah luar biasa. Sementara di Kabupaten Temanggung, terdapat 170 satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma'arif NU.
LP Ma'arif NU Jawa Tengah juga menjalankan sejumlah program pengembangan kapasitas pendidikan, mulai dari pendampingan satuan pendidikan melalui sister school, penguatan literasi dan numerasi, layanan pendidikan inklusif bersama UNICEF, hingga peningkatan kemampuan bahasa Inggris melalui kerja sama dengan Pearson UK.
Di bidang vokasi dan internasionalisasi, LP Ma'arif NU Jawa Tengah telah memberangkatkan 175 lulusan SMK ke Jepang melalui program kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan RI dan IM Japan.
Selain itu, tersedia fasilitasi perkuliahan jenjang S1 ke China serta beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) jenjang S1, S2, dan S3 bagi lebih dari 800 guru dan kepala sekolah.
Fakhruddin juga menegaskan bahwa penggunaan buku pegangan Ke-NU-an, pelaksanaan diklat, dan pemakaian seragam Batik Ma'arif merupakan bagian dari upaya menjaga ideologi dan identitas pendidikan NU.
Menurutnya, langkah tersebut bukan semata-mata persoalan bisnis atau komersialisasi, melainkan bagian dari komitmen pengelola pendidikan untuk menjaga marwah organisasi dan menanamkan nilai Ahlussunnah Waljamaah An-Nahdliyah kepada peserta didik.
Sementara itu, Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin, S.Sos., atau Gus Nurul Yaqin, berharap seminar tersebut dapat memperjelas tata kelola sekolah dan madrasah di bawah LP Ma'arif NU PCNU Temanggung.
Ia berharap pembenahan tata kelola itu mampu mendorong peningkatan kualitas dan daya saing lembaga pendidikan Ma'arif NU di Kabupaten Temanggung.
Seminar tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyo, S.Sos., M.M., perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung H. Muhammad Soleh Mubin, S.Ag., M.H., Wakil Rektor I INISNU Temanggung Andrian Gandi Wijanarko, M.Pd., Ketua LP Ma'arif NU PCNU Temanggung H. Miftakhul Hadi, S.Ag., M.Pd., Rektor INISNU Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., serta ratusan peserta. (San).
Baca Juga:
Ketua LP Ma'arif NU Jateng Apresiasi Putusan MK Perihal Larangan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan untuk MBG
Gandeng 19 Media Massa, Ma'arif Jateng Komitmen Bangun Ekosistem Pendidikan Karakter Berbasis Digital