Sempat Viral di Tiktok, Keributan Siswa di Sulamu-Kupang Didamaikan Kapolsek
digtara.com -Keributan yang melibatkan sejumlah siswa SMA Swasta Efata Sulamu di lokasi persawahan Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, yang sempat viral di media sosial TikTok akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Kelompok I terdiri dari FA, CP dan AM, pelajar asal Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang dan Kelompok II dengan korban AF, pelajar asal Desa Oelabaki, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Keributan ini akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi yang dilakukan Polsek Sulamu.
Mediasi tersebut dipimpin Kapolsek Sulamu, Ipda Ardi Zackarias sebagai upaya menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sekaligus memberikan pembinaan kepada para siswa yang terlibat.
Keributan tersebut diketahui terjadi pada beberapa waktu lalu di lokasi persawahan Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Baca Juga:Peristiwa itu melibatkan sejumlah siswa SMA Swasta Efata Sulamu dan kemudian videonya beredar serta menjadi perhatian warganet di media sosial TikTok.
Kapolsek Sulamu kemudian mempertemukan seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu Kepala Sekolah SMA Swasta Efata Sulamu, Kepala Dusun I, II dan III, para wali kelas, guru, orang tua atau wali murid, serta para siswa yang terlibat dalam perkelahian.
Dalam mediasi tersebut, seluruh pihak diberikan kesempatan untuk menyampaikan persoalan yang terjadi sekaligus mencari solusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Setelah melalui proses mediasi, kedua pihak yang terlibat sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai.
Selain itu, para orang tua atau wali murid turut mengambil tanggung jawab dengan menandatangani surat pernyataan.
Surat tersebut menjadi bentuk komitmen orang tua untuk menjamin serta mengawasi perilaku anak-anak mereka agar tidak kembali melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban.
Sementara itu, pihak sekolah tetap akan menjalankan ketentuan disiplin internal terhadap siswa yang terlibat.
Bentuk pembinaan dapat berupa skorsing maupun pembinaan khusus sesuai aturan sekolah, dengan tujuan memberikan efek pembelajaran dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Baca Juga:Kapolsek Sulamu. Ipda Ardi Zackarias, SH menekankan pentingnya peran bersama antara kepolisian, pihak sekolah dan orang tua dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap para siswa.
Penyelesaian secara damai tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar mampu menyelesaikan setiap persoalan melalui komunikasi dan cara-cara yang baik, bukan melalui perkelahian.
"Tindakan kekerasan di lingkungan luar sekolah tidak hanya merusak masa depan pelaku, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah hukum pidana jika menimbulkan cedera serius atau kerugian fisik," ujar Kapolsek.
Kapolsek meminta pihak sekolah dan para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka, terutama saat jam pulang sekolah.
Dengan adanya mediasi tersebut, persoalan keributan siswa SMA Swasta Efata Sulamu yang terjadi di persawahan Oeteta telah ditangani oleh Polsek Sulamu dan diselesaikan secara damai.
Polsek Sulamu juga mengimbau seluruh siswa untuk tidak mudah terprovokasi, menjaga pergaulan, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Baca Juga:Setiap persoalan yang muncul di lingkungan pelajar diharapkan dapat segera dikomunikasikan kepada guru, orang tua maupun pihak kepolisian sehingga dapat dicegah sebelum berkembang menjadi konflik.
Orang tua dari kedua belah pihak menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas tindakan anak-anak mereka yang telah memicu keributan dan mengganggu ketertiban umum di wilayah persawahan Oeteta.
Mereka menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak sekolah (SMA Swasta Efata) dan aparat keamanan,
Orang tua berjanji akan lebih ketat dalam mengawasi pergaulan, perilaku, dan aktivitas anak-anak mereka di luar jam sekolah agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Hakim PN Kupang Tolak Praperadilan Tiga Tersangka Kasus Dokter Icha
Warga di Amfoang-Kupang Swadaya Bangun Pos Polisi
Belasan Siswa SMK Kencana Sakti Kupang Pusing dan Mual Usai Santap Menu MBG
Selisih Paham Soal Hutang Berujung Pidana Diselesaikan Secara Damai
Enam Desa di China Ubah Popularitas Viral Jadi Peluang Ekonomi Bersama