Selasa, 29 September 2026

Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur

Imanuel Lodja - Selasa, 29 September 2026 12:00 WIB
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
ist
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
Aspek lain yang mendapat perhatian adalah pengelolaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga:

Seluruh realisasi dana yang telah digunakan diminta segera dipersiapkan pertanggungjawabannya secara lengkap. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) beserta dokumen pendukung harus disusun dengan baik untuk selanjutnya dilaporkan kepada Pemerintah Pusat.

Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap penggunaan anggaran penanganan bencana dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan sesuai ketentuan.

Pasca berakhirnya masa tanggap darurat, Pemerintah Provinsi NTT juga berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menyelenggarakan pertemuan yang melibatkan Kementerian Dalam Negeri, seluruh BPBD, serta Badan Pengelola Keuangan Daerah dari tujuh kabupaten terdampak.

Pertemuan tersebut diarahkan untuk menyamakan pemahaman mengenai mekanisme dan tata kelola penggunaan Dana BTT setelah suatu daerah memasuki fase pascatanggap darurat.

Evaluasi penanganan bencana Flores kali ini memperlihatkan bahwa tantangan terbesar tidak berhenti ketika gempa mulai mereda. Justru setelah frekuensi gempa susulan menunjukkan tren penurunan, pekerjaan pemulihan memasuki fase yang semakin kompleks.

Baca Juga:

Rumah yang rusak harus diverifikasi. Infrastruktur yang terdampak harus dipetakan. Pengungsi harus dipastikan kebutuhannya. Aktivitas ekonomi masyarakat harus dipulihkan. Data harus disinkronkan. Dokumen harus diselesaikan. Dan setiap rupiah anggaran penanganan bencana harus dapat dipertanggungjawabkan.

Karena itu, transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan bukan sekadar perubahan istilah administratif. Di dalamnya terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat terdampak benar-benar mendapatkan kembali ruang hidup, rasa aman, serta kesempatan untuk bangkit setelah bencana.

Bagi Kabupaten Sikka, fase tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pekerjaan yang masih tersisa.

Dengan pendataan kerusakan yang telah mencapai sekitar 80 persen dan ribuan rumah yang masuk proses verifikasi, pekerjaan berikutnya adalah memastikan seluruh proses berjalan tepat sasaran, transparan, terkoordinasi, dan tidak kehilangan momentum.

Sementara itu, ditengah proses pemulihan yang terus bergerak, kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap harus dipertahankan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru