Selasa, 29 September 2026

Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur

Imanuel Lodja - Selasa, 29 September 2026 12:00 WIB
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
ist
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
Penyaluran logistik kepada para pengungsi masih terus dilakukan secara berkesinambungan.

Baca Juga:

Pemerintah juga memberikan perhatian terhadap masyarakat terdampak yang berada di wilayah kepulauan dan pulau-pulau terluar.

Di sisi lain, pendataan kerusakan menjadi pekerjaan besar yang terus dikebut. Hingga saat ini, progres pendataan kerusakan di Kabupaten Sikka telah mencapai sekitar 80 persen, dengan nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp 1,6 triliun.

Nilai tersebut mencakup kerusakan permukiman serta aset dan infrastruktur yang terdampak bencana.

Angka itu sekaligus menggambarkan besarnya pekerjaan pemulihan yang berada di depan mata.

Karena itu, validitas data menjadi sangat penting. Kesalahan pendataan bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi dapat berpengaruh terhadap proses pengusulan bantuan dan pembiayaan pemulihan.

Baca Juga:

Dalam sektor perumahan, sebanyak 4.000 unit rumah pada tahap I telah selesai diverifikasi dan kini masuk dalam proses penetapan melalui SK Bupati untuk selanjutnya diusulkan kepada BNPB sebagai bagian dari proses pendanaan hibah pemulihan.

Sementara itu, sekitar 5.000 unit rumah pada tahap II masih menjalani proses verifikasi dan validasi.

Pemerintah Kabupaten Sikka menargetkan seluruh proses pendataan serta verifikasi dan validasi rumah masyarakat dapat diselesaikan pada akhir September.

Pekerjaan tersebut berjalan beriringan dengan penanganan kerusakan infrastruktur lainnya melalui koordinasi lintas sektor dan kementerian terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

Dengan demikian, fase pemulihan di Sikka tidak hanya berbicara tentang membangun kembali rumah yang rusak, tetapi juga memastikan infrastruktur dasar, kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, serta pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan secara bertahap.

Rapat evaluasi juga memotret perkembangan status kebencanaan di sejumlah kabupaten terdampak di Flores.

Kabupaten Manggarai Barat masih menghadapi pekerjaan pendataan sektor perumahan.

Masa transisi menuju pemulihan dijadwalkan berakhir pada 11 Oktober 2026, namun status tersebut masih menjadi bahan evaluasi karena proses pendataan dan tahapan R3B masih berjalan.

Kabupaten Manggarai hingga rapat berlangsung belum menetapkan keputusan akhir terkait status transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan.

Baca Juga:

Sementara itu, status tanggap darurat Kabupaten Manggarai Timur berakhir pada 26 September 2026.

Kabupaten Nagekeo masih memperpanjang status tanggap darurat, sedangkan Kabupaten Ngada telah memasuki masa tanggap darurat menuju pemulihan dengan pekerjaan persiapan hunian sementara bagi para pengungsi.

Di Kabupaten Ende, proses uji publik terhadap data R3B dijadwalkan berlangsung pada Senin, 28 September 2026.

Perbedaan tahapan tersebut menunjukkan bahwa setiap kabupaten memiliki dinamika dan kebutuhan pemulihan yang berbeda.

Karena itu, penetapan status tidak dapat hanya dilihat dari berakhirnya masa tanggap darurat, tetapi harus mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, validitas data kerusakan, serta kesiapan program pemulihan.

Dalam rapat tersebut, perhatian khusus juga diarahkan kepada sekitar lima kabupaten yang belum menyelesaikan penandatanganan dokumen sektor perumahan untuk pengusulan kepada BNPB Pusat.

Penyelesaian dokumen tersebut diharapkan dapat dipercepat pada minggu berikutnya agar proses tindak lanjut pemulihan tidak mengalami keterlambatan.

Tidak hanya sektor perumahan, pemerintah kabupaten terdampak juga diminta memberi perhatian terhadap pendataan sektor lain yang berkaitan dengan empat sektor pendukung utama, yakni infrastruktur, ekonomi, sosial, dan lintas sektor.

Pendataan yang lengkap dan akurat menjadi fondasi bagi proses pemulihan. Tanpa data yang kuat, kebijakan pemulihan berisiko tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat terdampak.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru