Misi Kemanusiaan, Polairud Antar Bantuan ke Wilayah Pesisir Terisolir
digtara.com -Tim gabungan Polri bergerak menembus wilayah pesisir terisolasi di Dusun Pasir Panjang, Desa Pontianak, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhir pekan lalu.
Baca Juga:
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan.
Tim ini terdiri atas jajaran Satuan Polairud Polres Manggarai Barat, Direktorat Polairud Polda NTT, serta personel Korpolairud Baharkam Mabes Polri dari KP. Bima 7014 dan KP. Kasturi 6002.
Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung menegaskan bahwa aksi ini merupakan komitmen Polri untuk memastikan kehadiran negara di seluruh pelosok, termasuk wilayah pesisir terpencil pascabencana.
"Pergeseran bantuan kami fokuskan ke wilayah pesisir Pasir Panjang, Desa Pontianak. Mengingat akses darat menuju lokasi sangat terbatas dan tidak bisa dilalui kendaraan, kami memanfaatkan armada perairan Polri agar bantuan kebutuhan dasar masyarakat dapat tiba secara cepat, aman, dan tepat sasaran," ujar Iptu Leonardo Marpaung pada Selasa (8/9/2026).
Baca Juga:
Terkendala Akses Darat, Bantuan Ditransfer Perahu Nelayan Di tengah laut
Dusun Pasir Panjang merupakan salah satu kawasan daratan Flores di Desa Pontianak yang memiliki tingkat aksesibilitas sangat ekstrem.
Akses darat dari pusat Kabupaten Manggarai Barat berjarak sekitar 140 kilometer dengan medan terjal serta melintasi kawasan hutan lebat yang tak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Perjalanan dimulai dari Dermaga Marina Waterfront Labuan Bajo. Tim gabungan bertolak menggunakan Kapal Patroli (KP) Padar 3018 milik Ditpolairud Polda NTT sebagai kapal induk didampingi satu unit armada Rigid Inflatable Boat (RIB) 03.
Setelah mengarungi lautan selama dua jam, KP Padar 3018 tiba dan berlabuh di perairan Pasir Panjang.
Namun, karena belum tersedianya fasilitas dermaga atau pelabuhan yang memadai untuk penambatan kapal berukuran besar, proses pembongkaran bantuan menghadapi tantangan tersendiri.
Tim harus melakukan transshipment atau pemindahan muatan logistik dari kapal patroli ke perahu-perahu nelayan setempat serta armada RIB di tengah laut sebelum akhirnya diangkut menuju bibir pantai.
Baca Juga:"Mengingat terbatasnya infrastruktur pelabuhan untuk penambatan kapal besar, pemindahan bantuan dari kapal patroli ke perahu nelayan setempat terpaksa kami lakukan langsung di tengah laut," ujarnya.
Kerjasama dengan nelayan lokal sangat membantu kelancaran evakuasi logistik ini," jelas IPTU Leonardo.
Seluruh bantuan logistik diserahkan secara simbolis kepada perwakilan tokoh masyarakat Dusun Pasir Panjang di tepi pantai.
Jadi Kehormatan Jalani Misi Kemanusiaan di Flores, Tim Slog Polri Bahagia Layani Warga Korban Gempa
Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores
Tersangka dan Barang Bukti Kasus BBM di Nagekeo Dilimpahkan ke Kejaksaan
Pengungsi di Ngada Mulai Tinggalkan Tenda Pengungsi dan Kembali ke Rumah, Polres Ngada Tetap Lakukan Pendampingan Psikologi
Distribusi Bantuan Ketua Umum Bhayangkari Pakai KP Pulau Ndao 3009