Granat Belasan Tahun Disimpan Dalam Rumah, Warga Malaka Pilih Serahkan ke Polisi
Baca Juga:
- Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing
- Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
- Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan
Setelah pemeriksaan, dilakukan penanganan awal dengan menempatkan granat ke dalam kotak berisi pasir.
Bagian sumbu atau pemicu kemudian diberikan perlindungan menggunakan bahan penyerap goncangan guna meminimalkan risiko akibat benturan selama proses penanganan.
Setelah melalui proses sterilisasi dan dinyatakan aman untuk dievakuasi, granat tersebut kemudian dipindahkan ke tempat penyimpanan yang lebih aman, yakni gudang logistik Polres Malaka.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko, melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah memilih menyerahkan benda berbahaya tersebut kepada pihak Kepolisian.
Baca Juga:Langkah warga untuk melaporkan dan menyerahkan benda yang berpotensi membahayakan merupakan tindakan yang tepat dan dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
"Langkah tersebut sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan maupun penyalahgunaan benda-benda berbahaya," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra pada Kamis malam.
Ia menegaskan, benda seperti granat dan amunisi tidak boleh ditangani atau dipindahkan secara sembarangan oleh masyarakat karena memiliki risiko yang sangat tinggi, terlebih apabila kondisinya masih aktif atau tidak diketahui secara pasti.
Kabid Humas berharap apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan granat, amunisi, bahan peledak, atau perlengkapan persenjataan lainnya agar jangan disentuh, jangan dipindahkan, dan jangan mencoba memeriksa atau membongkarnya sendiri.
"Segera menjauh dari lokasi dan laporkan kepada pihak kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus," ujarnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menyimpan benda-benda berbahaya tersebut di rumah. Serahkan kepada pihak Kepolisian sehingga dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur dan standar keselamatan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama," tegasnya.
Satlantas Polres Ngada Pulihkan Mental Anak Sekolah Korban Gempa Lewat Trauma Healing
Bantu Warga Korban Gempa Bumi, Kapolda NTT Beri Penghargaan Pada Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah Dan NTB
Tim Dokkes Polda NTT dan Polres Ngada Home Visit Ke Rumah Warga dan Tenda Pengungsian Tangani Masalah Kesehatan
Pria di TTS Modus Jual Ikan Sambil Jalankan Judi Online
20 Rumah Anggota Polres Manggarai Rusak Akibat Gempa