Kamis, 03 September 2026

Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai

Imanuel Lodja - Kamis, 03 September 2026 09:10 WIB
Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
ist
Proses evakuasi pasien dan ibu hamil dilakukan di rumah sakit Ruteng

digtara.com -Situasi darurat pasca bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, NTT menjadi hal utama untuk segera ditangani.

Baca Juga:

Sejumlah warga terdampak gempa bumi masih menjalani perawatan meris pasca gempa magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 lalu.

Rabu (2/9/2026) siang, personel Dokkes Polres Manggarai membantu proses evakuasi medis terhadap enam orang ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan dukungan oksigen dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Evakuasi tersebut dilakukan terhadap kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan sarana transportasi medis pascabencana.

Dengan memanfaatkan truk ambulans Polres Manggarai sebagai sarana transportasi darurat, para pasien dipindahkan dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Dalam proses evakuasi, personel Dokkes Polres Manggarai bersama petugas kesehatan memastikan setiap pasien dipindahkan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi medis masing-masing.

Baca Juga:
Bagi salah satu pasien yang membutuhkan oksigen, dukungan oksigen tetap diberikan selama perjalanan untuk membantu menjaga kondisi pasien tetap stabil.

Setibanya di Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, seluruh pasien langsung diserahkan kepada dokter dan bidan yang bertugas untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.

Keterbatasan fasilitas bukan menjadi alasan untuk menunda pertolongan, terlebih ketika menyangkut keselamatan ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.

"Dalam setiap situasi darurat, Polri hadir dan memberikan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang bagi personel untuk memberikan pertolongan. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas, dan seluruh jajaran diminta untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dalam membantu masyarakat terdampak bencana," ujar Kabid Humas Polda NTT.

Sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait sangat penting untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tetap memperoleh pelayanan dasar, khususnya akses terhadap layanan kesehatan.

"Ditengah kondisi pascabencana, sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat dibutuhkan. Kami mengapresiasi personel di lapangan yang bergerak cepat membantu masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan secara nyata, khususnya kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan," tambahnya.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat maupun pascabencana.

"Polres Manggarai selalu hadir ditengah masyarakat, memberikan pelayanan, perlindungan dan pertolongan secara cepat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas kami," tegas Kapolres Manggarai.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

Baca Juga:
Respons cepat personel Dokkes Polres Manggarai dalam mengevakuasi enam ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan oksigen tersebut pun mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan masyarakat.

Para pasien selanjutnya mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng.

Di tengah situasi sulit pascagempa, langkah sederhana berupa penyediaan kendaraan darurat dan pendampingan medis tersebut bisa menolong, melindungi dan memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit seorang diri.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik

Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan

Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan

25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah

25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah

Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor

Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi

Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi

Fasilitas RSUD Ruteng Dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Dekat Bandara

Fasilitas RSUD Ruteng Dipindahkan ke Rumah Sakit Lapangan Dekat Bandara

Komentar
Berita Terbaru