Enam Ibu Hamil dan Satu Pasien RSUD Ruteng Dievakuasi ke Rumah Sakit Bandara Ruteng-Manggarai
digtara.com -Situasi darurat pasca bencana gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Manggarai, NTT menjadi hal utama untuk segera ditangani.
Baca Juga:
- Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
- Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
- 25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Rabu (2/9/2026) siang, personel Dokkes Polres Manggarai membantu proses evakuasi medis terhadap enam orang ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan dukungan oksigen dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, Kabupaten Manggarai.
Evakuasi tersebut dilakukan terhadap kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan sarana transportasi medis pascabencana.
Dengan memanfaatkan truk ambulans Polres Manggarai sebagai sarana transportasi darurat, para pasien dipindahkan dari RSUD Ruteng menuju Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Dalam proses evakuasi, personel Dokkes Polres Manggarai bersama petugas kesehatan memastikan setiap pasien dipindahkan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kondisi medis masing-masing.
Baca Juga:Bagi salah satu pasien yang membutuhkan oksigen, dukungan oksigen tetap diberikan selama perjalanan untuk membantu menjaga kondisi pasien tetap stabil.
Setibanya di Rumah Sakit Bandara Frans Sales Lega Ruteng, seluruh pasien langsung diserahkan kepada dokter dan bidan yang bertugas untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing.
Keterbatasan fasilitas bukan menjadi alasan untuk menunda pertolongan, terlebih ketika menyangkut keselamatan ibu hamil dan pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.
Kapolda NTT Irjen Pol Dr. Rudi Darmoko melalui Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam situasi bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga menyangkut kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat.
"Dalam setiap situasi darurat, Polri hadir dan memberikan respons cepat sesuai kebutuhan masyarakat. Keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang bagi personel untuk memberikan pertolongan. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas, dan seluruh jajaran diminta untuk terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dalam membantu masyarakat terdampak bencana," ujar Kabid Humas Polda NTT.
"Ditengah kondisi pascabencana, sinergi dan kepedulian seluruh pihak sangat dibutuhkan. Kami mengapresiasi personel di lapangan yang bergerak cepat membantu masyarakat. Ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk memberikan perlindungan, pelayanan dan pertolongan secara nyata, khususnya kepada masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan," tambahnya.
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajarannya akan terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk membantu masyarakat selama masa tanggap darurat maupun pascabencana.
"Polres Manggarai selalu hadir ditengah masyarakat, memberikan pelayanan, perlindungan dan pertolongan secara cepat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam situasi darurat. Keselamatan dan kemanusiaan menjadi prioritas kami," tegas Kapolres Manggarai.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
Baca Juga:Respons cepat personel Dokkes Polres Manggarai dalam mengevakuasi enam ibu hamil dan satu pasien yang membutuhkan oksigen tersebut pun mendapat apresiasi dari keluarga pasien dan masyarakat.
Di tengah situasi sulit pascagempa, langkah sederhana berupa penyediaan kendaraan darurat dan pendampingan medis tersebut bisa menolong, melindungi dan memastikan masyarakat tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka di Manggarai Meningkat, Warga Diminta Tidak Panik
Terdata 51 Warga Manggarai Meninggal Akibat Gempa Bumi, 25 Warga Meninggal Karena Tertimpa Bangunan
25 Tahun Jadi Lembaga Pendidikan Bagi Warga Pulau Kukusan Dalam Kondisi Memprihatinkan, Kapolda NTT Bantu Revitalisasi MI Al-Hidayah
Akses Terbatas, Kapolres Manggarai Timur Antar Bantuan Warga Terdampak Gempa Pakai Sepeda Motor
Pengungsi di Manggarai Timur Mulai Berkurang, Tersisa 30 Ribu Pengungsi