Rabu, 26 Agustus 2026

Sakit di Tenda Darurat, Polisi Antar Bayi Sakit untuk Dapat Bantuan Medis

Imanuel Lodja - Rabu, 26 Agustus 2026 15:19 WIB
Sakit di Tenda Darurat, Polisi Antar Bayi Sakit untuk Dapat Bantuan Medis
ist
Sakit di Tenda Darurat, Polisi Antar Bayi Sakit untuk Dapat Bantuan Medis

digtara.com -Gempa Flores, NTT masih menyisakan luka. Di Kabupaten Manggarai, sebuah tenda darurat menjadi tempat berlindung bagi seorang ibu dan bayinya yang baru berusia lima bulan.

Baca Juga:

Rumah mereka di Desa Nao, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, rusak akibat gempa.

Selama kurang lebih lima hari, sang ibu bersama bayinya harus bertahan di tenda yang dibuat secara mandiri.

Di tengah kondisi serba terbatas itu, sang ibu juga harus merawat buah hatinya seorang diri. Sang suami sedang berada di Kalimantan untuk bekerja sebagai perantau.

Situasi semakin berat ketika bayi berusia lima bulan tersebut mengalami kejang-kejang dan membutuhkan penanganan medis.

Di saat keluarga itu membutuhkan pertolongan, Bhabinkamtibmas Desa Nao, Aiptu Emilius Johan, hadir memberikan bantuan.

Baca Juga:

Ia membantu proses rujukan sang bayi agar segera mendapatkan penanganan medis di RSUD Ruteng.

Kehadiran seorang polisi di tengah kondisi sulit yang dihadapinya bukan sekadar bantuan dalam proses rujukan.

Pendampingan tersebut menjadi bentuk kepedulian yang membuat dirinya tidak harus menghadapi situasi itu seorang diri.

Gempa memang dapat merusak rumah dan memaksa warga meninggalkan tempat tinggalnya.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, kebutuhan masyarakat tetap harus diperhatikan, terutama ketika menyangkut kesehatan bayi dan anak-anak.

Di sinilah peran Bhabinkamtibmas menjadi begitu penting. Berada dekat dengan masyarakat, polisi dapat melihat langsung kondisi warga sekaligus merespons ketika ada yang membutuhkan pertolongan.

Aiptu Emilius Johan menunjukkan bahwa tugas seorang polisi tidak berhenti pada menjaga keamanan. Di tengah bencana, kehadiran polisi juga berarti mendampingi warga, membantu menghubungkan mereka dengan pelayanan yang dibutuhkan, dan memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi kesulitan.

Langkah sederhana yang dilakukan Aiptu Emilius menjadi gambaran kecil tentang wajah Polri yang humanis.

Baca Juga:
Ketika seorang bayi membutuhkan pertolongan, polisi hadir membantu. Ketika seorang ibu berada dalam keadaan sulit, polisi memberikan pendampingan.

Di tengah situasi pascagempa, kepedulian seperti inilah yang memberi arti bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian melewati masa sulit.

Melalui jajaran Bhabinkamtibmas, Polres Manggarai terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang terdampak bencana dan membutuhkan bantuan.

Sebab, bagi masyarakat yang sedang kehilangan rasa aman akibat bencana, terkadang sebuah uluran tangan, pendampingan, dan kehadiran seseorang di saat yang tepat dapat menjadi harapan yang sangat berarti.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru