Berkas Lengkap, Direktur Agen Perjalanan Wisata di Manggarai Barat Diserahkan ke Kejaksaan
digtara.com -Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkap tindak pidana perlindungan konsumen yang dilakukan seorang agen perjalanan wisata di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga:
Tersangka diduga menawarkan dan mempromosikan paket perjalanan wisata melalui situs milik agen perjalanan tersebut dengan menampilkan informasi fasilitas kapal yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Salah satunya terkait kapal Putri Sakinah yang digunakan dalam paket wisata di Labuan Bajo.
"Berdasarkan hasil penyidikan, ditemukan bahwa tersangka tidak melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi maupun fasilitas kapal serta tidak memperbarui foto dan informasi fasilitas kapal pada website yang digunakan untuk promosi," jelas Kombes Pol F.X. Irwan Arianto pada Rabu (19/8/2026).
Hasil penyidikan juga menemukan bahwa PT Gracias Komodo Tour tidak memiliki kantor maupun pegawai tetap.
Baca Juga:Selain itu, tersangka tidak memiliki kontrak kerja tetap dengan pemilik kapal dan hanya mengantar wisatawan sampai pelabuhan tanpa memastikan kondisi maupun keselamatan wisatawan selama berada di kapal.
"Perbuatan tersebut bukan hanya berpotensi merugikan konsumen, tetapi juga dapat berdampak terhadap citra pariwisata Labuan Bajo di mata dunia," tegasnya.
Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya website yang digunakan untuk menawarkan paket wisata, dokumen legalitas perusahaan, perangkat telepon seluler, laptop, serta sejumlah dokumen transaksi dan invoice perjalanan wisata.
Tersangka dijerat Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf a dan f juncto Pasal 9 ayat (1) huruf k Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Ketentuan tersebut mengatur larangan bagi pelaku usaha untuk memperdagangkan atau menawarkan barang maupun jasa yang tidak sesuai standar, tidak sesuai dengan janji dalam iklan atau promosi, serta menawarkan atau mengiklankan barang dan jasa secara tidak benar.
Kombes Pol F.X. Irwan Arianto menambahkan, proses penyidikan perkara tersebut telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Manggarai Barat.
Direktur Reskrimsus menegaskan, langkah hukum tersebut merupakan bagian dari komitmen Polda NTT dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sebagai konsumen sekaligus memastikan pelaku usaha menjalankan kegiatan perdagangan barang dan jasa secara benar, transparan dan sesuai ketentuan hukum.
"Kami mengingatkan para pelaku usaha jasa pariwisata agar memberikan informasi yang benar dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. Perlindungan terhadap konsumen menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus nama baik pariwisata NTT," tandasnya.
Sejumlah Instansi Salurkan Bantuan Bagi Korban Gempa Bumi di Manggarai Barat
Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat
Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa
Kapolsek Macang Pacar Intensifkan Kunjungi Rumah Warga dan Tenda Darurat Pasca Gempa
Polres Manggarai Barat Patroli Hingga Subuh Jamin Keamanan Permukiman dan Wisatawan Pasca-Gempa