Selasa, 18 Agustus 2026

Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat

Imanuel Lodja - Selasa, 18 Agustus 2026 17:15 WIB
Helikopter Basarnas Evakuasi Tujuh Korban Gempa Magnitudo 7,7 Manggarai Timur ke Labuan Bajo-Manggarai Barat
ist
Proses evakuasi tujuh korban luka berat menggunakan helikopter Basarnas dari Manggarai Timur ke Labuan Bajo, Selasa (18/8/2026) petang

digtara.com -Tim SAR Gabungan mempercepat proses evakuasi korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur pada 15 Agustus 2026.

Baca Juga:

Para korban, khususnya yang mengalami luka berat dievakuasi ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di RSUD Pratama Komodo,l.

Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WITA, sebanyak tujuh korban dengan kondisi luka berat telah berhasil dievakuasi melalui jalur udara.

Para korban mengalami sejumlah cedera, diantaranya patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, serta luka parah pada bagian tangan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, mengatakan proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan korban yang membutuhkan penanganan medis segera.

Baca Juga:
"Hingga pukul 15.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah mengevakuasi tujuh korban gempa dengan kondisi luka berat. Evakuasi dilakukan dalam dua kloter. Kloter pertama menggunakan helikopter Dauphin dengan membawa tiga korban dan tim medis, sementara kloter kedua membawa empat korban," ujar Kepala Basarnas

Untuk mendukung percepatan evakuasi, Helikopter Dauphin terus disiagakan dan dioperasikan secara intensif di wilayah yang terdampak paling parah, khususnya di Kabupaten Manggarai Timur.

Penggunaan jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat proses pemindahan korban dari lokasi terdampak menuju fasilitas kesehatan.

Selain evakuasi melalui jalur udara, penguatan personel dan sarana pendukung di lapangan juga terus dilakukan.

Selasa petang, Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan potensi SAR dari Kupang diberangkatkan menuju wilayah terdampak menggunakan KN SAR Antareja.

Penambahan kekuatan personel dan armada tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban, sekaligus memperkuat respons SAR di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan penanganan.

Tim SAR Gabungan hingga saat ini terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi dan penanganan korban berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.

Baca Juga:

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan

WNA Cina Jatuh Dalam Pendakian di Pulau Padar, Tim SAR Gabungan Turun Tangan

Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa

Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa

Kansar Kupang Kerahkan KN SAR Antareja 233 Ke Flores Bantu Penanganan Dampak Gempa

Kansar Kupang Kerahkan KN SAR Antareja 233 Ke Flores Bantu Penanganan Dampak Gempa

Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi

Masih Banyak Korban Gempa Belum Terdata, Polda NTT Imbau Warga Laporkan ke Polisi

Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah

Pemerintah-Polri Data Warga Korban Gempa Flores dari Rumah Ke Rumah

Kapal Polairud Dikerahkan Salurkan Bantuan Korban Gempa di Pulau Palue-Sikka

Kapal Polairud Dikerahkan Salurkan Bantuan Korban Gempa di Pulau Palue-Sikka

Komentar
Berita Terbaru