Belasan Warga NTT Terpapar Paham Radikal dan TCC NVE
Baca Juga:
Apabila ditemukan perubahan perilaku anak yang mengkhawatirkan, pendekatan yang dikedepankan bukan stigma atau tindakan menghakimi, melainkan komunikasi dan pendampingan secara tepat.
Pesan utama yang ditekankan adalah pentingnya menghadirkan keluarga sebagai benteng pertama.
Anak yang merasa didengar di rumah, dihargai di sekolah dan mendapatkan ruang untuk tumbuh dengan makna akan memiliki ketahanan yang lebih kuat terhadap pengaruh propaganda ekstremisme.
Melalui Rakernis Bhabinkamtibmas Polda NTT Tahun Anggaran 2026, pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan para Bhabinkamtibmas dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga pencegahan radikalisme, intoleransi dan terorisme dapat dilakukan sejak dini dengan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis dan berbasis kemitraan masyarakat.
Baca Juga:Hal ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat kemampuan Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi serta mencegah potensi penyebaran paham radikalisme, intoleransi dan terorisme di tengah masyarakat
Pemuda Yang Bunuh Pacar Ibunya di Belu Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Warga di Amfoang-Kupang Swadaya Bangun Pos Polisi
Pelajar Pelaku Asusila di Ngada Nyaris Dihakimi Massa, Polisi Turun Tangan
Belasan Siswa SMK Kencana Sakti Kupang Pusing dan Mual Usai Santap Menu MBG
WNA Dan WNI Penyelam Ditemukan Selamat, Operasi SAR Diakhiri