Kapolres Manggarai Barat Beri Tali Asih Bagi Anggota Terdampak Gempa
digtara.com -Guncangan gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Laut Flores, NTT juga berdampak pada puluhan kepala keluarga di Rumah Susun (Rusun) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.
Baca Juga:
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang langsung meninjau lokasi tenda darurat sekaligus menyerahkan paket bantuan tali asih kepada 44 Kepala Keluarga (KK) personel yang mendiami Rumah Susun (Rusun) Polres Manggarai Barat, Senin (17/8/2026) sore.
Langkah tanggap darurat ini diambil setelah 44 KK anggota Polres Manggarai Barat beserta keluarga memilih mengungsi secara mandiri di halaman kompleks rusun tiga lantai tersebut.
Pengungsian dilakukan guna menghindari risiko benturan fisik atau kerusakan struktur bangunan akibat potensi gempa bumi susulan (aftershocks).
Sambil beralaskan terpal dan tikar di area terbuka, para anggota keluarga Bhayangkara—termasuk anak-anak dan lansia—mendapat perhatian mendalam dari pimpinan Polres.
Baca Juga:Dalam peninjauan lapangan (field inspection) tersebut, AKBP Christian didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Barat, Ny. Keken Kadang dan Pengurus Bhayangkari.
Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa keselamatan dan kesiapan moril personel beserta keluarganya merupakan prioritas utama organisasi di tengah situasi darurat kebencanaan.
"Kami hadir di sini untuk memastikan secara langsung bahwa seluruh anggota keluarga besar Polres Manggarai Barat yang terdampak gempa dalam kondisi selamat, sehat, dan terpenuhi kebutuhan dasarnya. Meskipun harus tinggal sementara di tenda darurat akibat ancaman gempa susulan, negara dan institusi tidak akan membiarkan mereka berjuang sendiri," ujar AKBP Christian.
"Peninjauan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata untuk menjaga moril dan ketenangan psikologis anggota. Anggota Polri dituntut hadir memberikan pengayoman kepada masyarakat, tetapi kami juga harus memastikan keluarga mereka di rumah berada dalam kondisi aman dan terlindungi," lanjutnya.
Dalam aksi kemanusiaan internal ini, Kapolres Mabar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Manggarai Barat menyerahkan bantuan paket sembako dan kebutuhan dasar (essential supplies) secara langsung kepada perwakilan kepala keluarga terdampak.
AKBP Christian mengimbau seluruh personel dan keluarga untuk tetap tenang, mempercayai informasi resmi, serta mengutamakan kewaspadaan terukur.
Berdasarkan data penanganan darurat Polres Manggarai Barat, seluruh 44 KK penghuni rusun terpantau dalam keadaan selamat tanpa ada laporan korban jiwa maupun luka berat.
Langkah antisipasi mandiri yang dilakukan personel dinilai sebagai prosedur penyelamatan diri yang tepat di tengah ancaman gempa susulan.
Kapolres menegaskan bahwa penanganan darurat internal ini selaras dengan kesiapsiagaan operasional Polres Manggarai Barat dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Labuan Bajo.
"Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar dan terjaminnya keselamatan keluarga di pengungsian mandiri ini, para personel dapat menjalankan tugas operasional kepolisian dengan fokus dan tenang. Pelayanan publik dan penanganan bencana untuk masyarakat luas di Kabupaten Manggarai Barat tetap berjalan optimal dan terkendali," tegas AKBP Christian.
Baca Juga:
Gempa Flores Berlalu, Fokus Pada Pemulihan dan Perbaikan Infrastruktur
Bergandengan Tangan, Elemen Masyarakat di Manggarai Barat Bantu Ribuan Warga Terdampak Gempa Bumi
181 Calon Kepala Desa di Manggarai Barat Pada 64 Desa Siap Bertarung, Polisi Sebar Anggota Pada 138 TPS
Kapal Wisata Karam di Labuan Bajo Usai Tabrak Karang Dangkal, Belasan Penumpang Dievakuasi Selamat
Kapal Mati Mesin, 10 Penumpang Dievakuasi Selamat dari Pulau Sari'i Labuan Bajo