Sejumlah Wilayah Terisolir Pasca Gempa Flores Mulai Bisa Diakses
digtara.com -Jajaran Polri berhasil membuka akses ketiga wilayah yang sebelumnya terisolir akibat dampak gempa dan longsor.
Baca Juga:
Di lokasi tersebut, personel menemukan kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan segera.
Selain menyalurkan makanan, minuman dan obat-obatan, personel juga melakukan evakuasi terhadap seorang ibu hamil yang mengalami pendarahan akibat persalinan prematur.
"Alhamdulillah bisa dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah bisa diselamatkan," kata Kapolda NTT, Irjen Pol Dr Rudi Darmoko dalam keterangannya pada Minggu (16/8/2026) malam.
Kedua, wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, yang sebelumnya juga mengalami keterisolasian.
Baca Juga:Kapolres Manggarai, AKBP Levi Defriansyah bersama personel berhasil membuka akses menuju lokasi, menyalurkan bantuan dan mendirikan posko serta tenda tanggap darurat bagi masyarakat terdampak.
Ketiga, Desa Dimpong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai.
Informasi mengenai kondisi warga yang terisolir diterima melalui media sosial. Polda NTT kemudian merespons cepat dengan mengirimkan personel Brimob ke lokasi.
"Alhamdulillah bisa mengevakuasi masyarakat yang terisolir di sana dan belum mendapat bantuan. Alhamdulillah sudah bisa dievakuasi oleh Brimob," jelas Kapolda.
Keberhasilan menembus tiga wilayah tersebut menunjukkan pentingnya kecepatan personel dalam merespons laporan masyarakat.
Melalui Direktorat Polairud Polda NTT, bantuan makanan dan minuman telah disalurkan kepada masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka yang sempat mengalami keterisolasian.
Kapolda menegaskan, seluruh laporan mengenai masyarakat yang membutuhkan bantuan akan ditindaklanjuti, termasuk informasi yang diterima melalui media sosial.
"Jadi mendapat laporan medsos kemudian ditanggapi, kita kemudian langsung mengirim anggota," jelas Kapolda.
Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan dukungan personel dan peralatan kepada Polda NTT.
Baca Juga:Sebanyak 100 personel Brimob BKO dengan kemampuan SAR dikirim untuk memperkuat pencarian dan pertolongan korban.
"Untuk tahap awal ini kami masih membutuhkan anggota untuk SAR untuk mencari dan menolong korban yang menjadi korban bencana alam tersebut," ujar Kapolda.
Selain personel Brimob, Mabes Polri juga mengirimkan sejumlah tim khusus, yakni 14 personel Tim DVI (Disaster Victim Identification) dari Pusdokkes Polri.
Kabupaten Manggarai Jadi Prioritas Pemulihan Gempa
Jadi Wilayah Dengan Dampak Minim, Polres Ngada Beri Bansos dan Layanan Kesehatan
Pemerintah dan Polri Percepat Penanganan Dampak Gempa Magnitudo 7,7 di Flores
Bantuan Sosial Kapolda NTT Disalurkan Bagi Warga Berdampak Gempa di Kabupaten Ngada
Polri Kembali Kirim 3,4 Ton Bantuan Logistik dan Obat-obatan ke NTT