Ada Gempa Susulan, Pasien RSUD Komodo Manggarai Barat Panik dan Minta Menginap di Tenda
digtara.com -Gempa susulan dalam skala kecil terjadi pada Minggu (16/8/2026) dan terasa di beberapa wilayah di Flores, NTT.
Baca Juga:
Hal ini berdampak pada pasien rawat inap di RSUD Pratama Komodo, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.
Pihak keluarga pasien yang menjalani rawat inap merasa panik akibat terjadinya gempa susulan.
Pasien dan keluarga pasien kemudian meminta kepada pihak RSUD Pratama Komodo agar para pasien rawat inap dikeluarkan kembali ke tenda dan tidak berada di ruang perawatan rumah sakit.
Pasca gempa Flores akhir pekan lalu, para pasien ini sudah berada di dalam lobi dan lantai satu gedung RSUD Pratama Komodo.
Baca Juga:Mereka minta agar bisa berada di tenda darurat yang berada di luar gedung RSUD Pratama Komodo.
Tercatat ada 66 orang pasien yang berada dalam pendopo dan tiga tenda darurat.
Hingga Minggu malam, seluruh pasien rawat inap berada di dalam tenda darurat di luar gedung RSUD Komodo.
Sejumlah gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) usai diguncang gempa besar berkekuatan magnitudo (M) 7,7 akhir pekan lalu.
Kekuatan gempa susulan pada Minggu pun bervariasi. Pada pukul 07.54 WIB gempa terdeteksi di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai.
"Mag 3.3, 16-Aug-2026 07:54:54 WIB, Lok : 7.93 LS, 120.62 BT," tulis BMKG melalui akun media sosialnya pada Minggu (16/8/2026).
Bahkan, pada pukul 6.12 WIB, gempa berkekuatan Magnitudo 5,2 juga sempat mengguncang Ruteng, Kabupaten Manggarai.
"Gempa Mag:5.2, 16-Agu-26 06:12:54 WIB, Lok:7.87 LS,120.64 BT," tulis BMKG.
Baca Juga:
Update Gempa Flores: 55 Warga Meninggal, Ribuan Pengungsi Tersebar di 38 Titik
Korban Meninggal Akibat Gempa Flores Naik Jadi 51 Orang, Kabasarnas Pantau Langsung Penanganan dan Siagakan Helikopter
Polri Kirim Makanan Siap Saji dan Wi-fi Portabel ke Lokasi Gempa Flores
19 Warga Manggarai Timur Meninggal Akibat Gempa, Posko Kemanusiaan Dibangun Depan Mapolres
Selamatkan Warga Korban Gempa, Polres Manggarai Timur Turunkan Alat Berat Buka Akses Transportasi